64 Kepsek di Inhu Mundur, Ketua PGRI Rohul Angkat Bicara

PEKANBARU – Terkait pemberitaan oknum Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu yang disebut terlibat aksi pemerasan terhadap 64 kepala sekolah di Inhu, yang saat ini mengajukan pengundurkan diri dari jabatannya, membuat Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Rohul, Dr Adolf Bastian M.Pd angkat bicara.

Hal ini diungkapkan Taufik SH, dari Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum PGRI, di sela-sela mendampingi 6 Kepala Sekolah di Bagian Pengawasan Kejaksaan Tinggi Riau, Senin (20/07/2020).

“Mereka mengaku tidak tahan dengan pemerasan yang dilakukan oleh oknum Kejaksaan tersebut. Karena untuk
memenuhi permintaan oknum jaksa tersebut, mereka ada yang jual mobil dan rumah,” ujar Taufik.

Sedangkan Ketua PGRI Rokan Hulu (Rohul), Dr Adolf Bastian, M.Pd menilai jika perbuatan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu itu benar, maka sungguh telah memalukan aparatur penegak Hukum di Republik Indonesia khususnya di Kabupaten Indragiri Hulu.

“Hal ini sangat disayangkan, apa yg dilakukan oknum kejaksaan di Inhu, tentu menciderai kewibawaan hukum itu sendiri dan sekaligus mengikis kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum” jelasnya.

Dalam penjelasan Adolf kepada awak media Riausmart.com, modus kejadian di Inhu bisa saja terjadi di Kabupaten lain, salah satunya Kabupaten Rokan Hulu.

“Saat ini kita PGRI Kabupaten Rokan Hulu sedang dalam penelusuran, dan meminta informasi kepada kepala sekolah dan dinas pendidikan Rohul apakah ada sekolah di Rohul yang mengalami hal yang sama seperti di Inhu ?” tambah Adolf.

Melalui awak media Riausmart.com, Adolf yang juga Rektor UPP berpesan kepada Kepala sekolah ataupun Dinas Pendidikan yang pernah merasakan di intimidasi oleh LSM atau dipanggil oknum aparat kejaksaan tentang pengelolaan dana BOS, tanpa proses yang benar untuk segera melapor ke PGRI Rokan Hulu.

“Apabila datanya lengkap dan bisa dipertanggung jawabkan, akan kita lanjutkan ke LKBH PGRI Provinsi dan tentu sebagai bahan yang akan dilaporkan ke ibu KEJATI RIAU, agar tidak ada lagi terjadi pemerasan terhadap kepala sekolah di Kabupaten Rokan Hulu,” tungkas Adolf.