1 Dari 16 Kades Dipanggil Kejari Rohul Masuk Ke Tahap Penyelidikan, Berikut Penjelasannya

PASIRPENGARAIAN – Terkait pemberitaan 16 Kepala Desa di Rokan Hulu yang dilaporkan LSM Pemantau Tindak Pidana Korupsi dan sempat dipanggil ke Kejari Rokan Hulu untuk dimintai keterangan, Kasi Intel Kejari Rokan Hulu, Ari Supandi sampaikan telah melakukan pemeriksaan, Rabu (22/07/2020).

Ari Supandi menjelaskan, Hasil wawancara dan pengumpulan berkas, dinyatakan tidak ditemukan penyimpangan atau pelanggaran penggunaan dana Desa tahun 2018 oleh 15 Kepala Desa di Rohul, sedangkan 1 Desa inisial B, masih dalam penelusuran terkait 1 pembangunan bernilai sekitar 43 juta yang belum terealisasi hingga sekarang.

“Terhadap 15 kepala desa ini tidak perlu lagi kami tindak lanjuti, dengan kata lain dihentikan, karena dari hasil penelusuran, kebanyakan kesalahan-kesalahan oleh pihak Desa itu hanya bersifat Administratif,” jelas Ari.

Dalam penjelasan Ari, terkait 1 Desa dengan inisial B yang ditemukan belum melakukan pembangunan bernilai Sekitar 43 juta, Kejari Rokan Hulu akan melanjutkan ke tahapan penyelidikan (intelijen).

“Terkait satu desa ini, kita tingkatkan ke tahap penyelidikan, karena ditemukan satu kegiatan yang belum terealisasi hingga saat ini, yakni pembangunan Box culvert yang diperkirakan biayanya mencapai Rp 43 jutaan,” jelas Ari.