Pergelaran Agenda Besar Ditengah Melonjak Pasien Positif Covid-19, Restu Rambah : Pemkab Rohul “Latah”

PASIRPENGARAIAN – Di tengah meledaknya angka Pasien Positif Virus  Corona (Covid-19) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Restu Rambah yang merupakan Putra asli Pasir Pengaraian menyayangkan sikap gegabah Bupati Rohul dalam pergelaran agenda yang mendatangkan masyarakat luar Kabupaten  ke daerah Negeri Seribu Suluk.

Seperti yang diketahui, baru-baru ini terdapat dua agenda besar yang mendatangkan masyarakat dari luar Kabupaten Rokan Hulu.

Menariknya, kegiatan yang menyerap anggaran hingga ratusan juta itu dilaksanakan ditengah melonjaknya angka penderita covid-19 di Negeri Seribu suluk.

Dalam penjelasan Restu Rambah, Selasa (01/09/2020) yang merupakan Ketua Sapma PP Riau mengatakan, pergelaran dua agenda besar yakni ROX dan JRR di tengah melonjaknya angka Pasien positif Covid-19 di Rohul menjadi bukti bahwa Pemkab Rohul terlihat latah dalam memutuskan sesuatu.

“Tentunya kita sangat menyayangkan akan hal itu, ditengah melonjaknya angka pasien positif Covid-19 di Rokan Hulu, Pemkab justru menggelar agenda yang justru dapat mengumpulkan banyak orang dan berpotensi sebagai penularan Covid-19,” jelas Restu.

“Ditambah lagi, tidak ada prosedur yang jelas untuk mengetahui peserta bersih dari Virus Corona, apalagi mereka berasal dari luar Kabupaten bahkan luar Provinsi yang kita tidak tahu perjalanannya,”tambah Restu.

Sekretaris DPD KNPI Provinsi Riau itu menilai Pemkab Rokan Hulu terlihat menghambur hamburkan uang ditengah sulitnya perekonomian masyarakat  ditengah Pandemi Covid-19.

“Sudahlah ekonomi merosot, Pemkab justru berfoya-foya dengan pergelaran yang kita anggap kurang bermanfaat di tengah pandemi ini,” tambahnya.

Lanjut Restu, di tengah maraknya Pandemi Covid-19 saat ini, tidak masanya untuk memperkenalkan objek wisata di Kabupaten Rokan Hulu ke masyarakat luar.

“Apabila memang alasan Pemkab dalam pergelaran ini adalah untuk menarik simpati wisatawan dan memperkenalkan objek wisata di Rohul, saya rasa itu kurang tepat di masa Pandemi saat ini, Karena tidak ada yang berminat untuk melakukan perjalan keluar daerah apalagi sekedar bertamasya,” tambahnya  panjang lebar.

Restu berharap, demi memutus mata rantai Penyebaran Covid-19, diharapkan Pemkab melakukan Swab terhadap seluruh masyarakat Rokan Hulu.

“Karena sejauh ini, kita tidak bisa memastikan seseorang itu Positif atau bukan, yang pasti, data itu baru diketahui apabila pasien sudah merasa demam atau tidak enak badan,” Ungkap Restu.

Lanjut Restu, uji swab dapat dimulai dari seluruh pegawai dan Forkopimda Kabupaten Rokan Hulu.

“Jangan sampai ditunda-tunda lagi, karena ini berurusan dengan nyawa seseorang,” tambah Restu.