Mari Telusuri Istana Raja Rokan

PASIRPENGARAIAN – Mengenal Istana Raja Rokan, di Desa Rokan Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto, Rokan Hulu (Rohul).
Dalam penjelasan salah seorang tokoh masyarakat Rokan IV Koto, H. Samsiani S.Sos menjelas secara ringkas tentang Sejarah Istana Raja Rokan. Bahwa Raja Rokan yang dulunya bernama Rokan Tinggi merupakan Raja Pertama yang dijemput ke Pagaruyung pada tahun 1600.
“zaman dahulu, Kerajaan Rokan itu sebetulnya di ada di Seberang Sungai Rokan Kiri, yang bernama Rokan Tinggi, Raja Pertama yang dijemput ke Pagaruyung tahun 1600-an, Yang bergelar Sutan Ibrahim. Jadi raja kedua setelah itu barulah pindah kesini membuat kampung,” jelasnya, Rabu (15/10/2020).
“Sekarang baru ada daratan, dulu disini air semua, itu bisa terlihat kalau kita turun dari Rokan ini sekitar 6 KM, ke hilir disitu ada Negeri yang namanya Sitinjau Laut, itu lah dulu kampung itu tingginya. Kita kalau sekarang ini sekitar 30 meter tingginya, jadi daerah itu masih terendam, makanya gambar kekuasaan itu masih gambar Naga,” jelasnya.
Sedangkan dalam penjelasan mantan Kadisparbud Rohul, Drs Yusmar M.Si menjelaskan, simbol Naga didalam Istana Raja Rokan dinilai sedikit kekeliruan, karena dalam negeri melayu tidak kenal dengan simbol naga, melainkan lebih dikenal simbol buaya.
“Jadi ini ada sedikit kekeliruan dalam mengartikan simbol ini, karena dalam melayu sendiri tidak kenal dengan naga, yang dikenal adalah Buaya, tapi ada perjanjian antara kerajaan, sama dengan Siak, kalau siak kita ragukan Plangnya itu,” ujarnya
“Makanya saya tanya sama masyarakat sini, apakah pernah masyarakat disini diterkam oleh Buaya tapi yang asli, nyatanya tidak pernah karena dulu ada perjanjian antara Raja dengan Buaya saling menghormati, makanya dibuat lambang itu (Buaya),” terang Yusmar
“Dan ini sebenarnya, diseberang sungai itu masih ada buaya nya sampai kini, itu perlu kita luruskan besok, jadi tidak ada simbol Naga, karena Naga itu dari China. Kalau Melayu dia tidak mengenal Naga tapi Buaya,” tambahnya
Selanjutnya, Kadis Kominfo Rohul ini  mejelaskan setiap ruangan didalam Istana Raja Rokan mulai dari lantai 1 hingga lantai 3.
Bangunan didalam Istana Raja Rokan ini memiliki makna filosofis, seperti Lantai 1 yang berdiri kokoh dengan menggunakan tiang kayu pilihan memiliki 3 (tiga) ruangan.
Ruangan pertama untuk Pertemuan dan Musyawarah Raja dengan para Petinggi kerajaan, Penasihat Raja, para Datuk dan Pucuk Suku.
Kemudian, Setelah ruang sebelah kirinya untuk ruang Perkantoran, sebelah kanan tempat tidur yang memiliki pembatas dengan tinggi sekitar 60 CM, Sehingga setiap orang masuk ke ruangan itu harus melangkah.
Sementara disetiap pintu Istana ada lukisan bermotif buaya, hanya motif khusus yang ada dikamar Raja, yaitu lukisan bermotif Buaya memakan Ikan, yang memiliki makna filosofis dilarang masuk. Kemudian di Tangga 1 ada sebuah Pavilium kecil ukuran 2×3 meter.
“nantinya, dikamar Raja itu ada simbol Buaya makan ikan, artinya dilarang keras masuk, orang-orang dulu itu hanya pakai simbol-simbol, tetapi simbol itu menceritakan, kalau dia masuk dalam keadaan bahaya,” jelas Yusmar
Lanjut Yusmar, Kemudian di Lantai 2 dengan melalui 6 tangga, 4 tangga sambung sampai kelantai 2, sambungan antara tangga 1 dan 2 merupakan tempat pengaman/hulubalang berdiri. Di Lantai 2 tersebut tempat para pembantu Raja, dilantai 2 ini tidak ada kamar yang ada hanya ruangan besar. Kemudian naik ke lantai 3 itu ada 1 ruang berukuran 6×10 Meter, kamar tersebut khusus untuk Permaisuri Raja.