Kasus Penganiayaan Bocah di Rohul Mangkrak, Reza : Tak Bisa Dilanjutkan

PASIRPENGARARAIAN – Sempat hilang dari peredaran pemberitaan terkait kasus penganiayaan terhadap bocah umur lima tahun oleh seorang pelajar SMP di Pasir Pangaraian Rokan Hulu pada Mei 2020 lalu, nyatanya kasus tersebut masih mangkrak di Polsek Rambah.

Saat dikonfirmasi ke Kanit Reskrim Polsek Rambah Bripka Arif, Selasa (17/11/2020) mengatakan, berkas penyidikan sudah pernah dilimpahkan ke Kejari Rohul, namun dikembalikan dengan sejumlah alasan.

“Salah satu alasannya, kita diminta untuk melengkapi berkas ahli,” kata Kanit.

Sedangkan saat dikonfirmasi ke Kasi Pidum Kejari Rokan Hulu, Reza Rizki Fadillah membenarkan adanya pengembalian berkas tersebut dengan alasan tidak memenuhi unsur ‘Barangsiapa’ dalam KUHP.

“Mengacu pada Pasal 44 Ayat 1 KUHP yang berbunyi ‘Tiada dapat dipidana barangsiapa mengerjakan suatu perbuatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kepadanya, sebab kurang sempurna akalnya atau berubah sakit’ maka tak dapat diproses hukumnya,” kata Reza.

Dilanjutkannya, sekalipun si pelaku baru mendapatkan keterangan mengalami gangguan jiwa berat usai diproses polisi, bukti rekam medis tersebut membuat perkara itu tak bisa lanjut ke pengadilan.

“Mengacu pada pasal tersebut, proses hukumnya tetap tak bisa lanjut,” paparnya lagi.

Pemberitaan penganiayaan yang dilakukan oleh siswa SMP, MH terhadap NN (5) tersebut terkuak, pada Jumat (29/05/2020) lalu, sontak korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rokan Hulu untuk mendapatkan penanganan serius dari tim Medis.

Dalam penganiayaan yang dilakukan oleh MH, NN mengalami luka sayatan yang cukup serius di daerah dada dan perut yang membuat tubuh mungil bocah malang tersebut terpaksa dijahit.

Usai mendapatkan perawatan dari tim medis, NN sempat mengalami depresi hebat sehingga dia kerap ketakutan ketika melihat laki-laki pasca kejadian naas waktu itu.

Sedangkan MH, pelaku yang dikenal sebagai siswa di SMPN 1 Rambah itu dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Pekanbaru untuk diperiksa kejiwaannya.

Baca juga : http://riausmart.com/2020/05/27/pelajar-smp-duga-aniaya-bocah-4-tahun-dengan-luka-sayatan-di-leher-dan-perut/

Sempat awak media Riausmart.com menelusuri kepribadian pelaku dengan mewawancarai beberapa tetangga, dari beberapa informasi yang didapat, diketahui dalam kesehariannya, MH berperilaku layaknya seorang anak-anak normal kebanyakan.

” Yah biasa aja, seperti anak-anak kebanyakan, suka main,” jelas salah seorang tetangga yang tidak ingin disebutkan namanya.