Angkat Potensi Kue Bawang Inhu Lewat Literasi Digital, Poppy Bainurita Sukses Raih Gelar Magister Manajemen

PEKANBARU – Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak) kembali melahirkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga berkontribusi langsung pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) daerah. Poppy Bainurita, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) sekaligus pelaku UMKM asal Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), sukses mempertahankan tesisnya pada ujian akhir Program Studi Magister Manajemen.
Di hadapan dewan penguji, Poppy mempresentasikan penelitiannya yang berjudul tajam dan relevan dengan tantangan bisnis masa kini yaitu, “Pengaruh Literasi Digital dan Promosi Media Sosial Terhadap Daya Saing Dimediasi Oleh Kinerja Pemasaran.” Menariknya, tesis ini tidak hanya berupa kajian teoritis, melainkan lahir dari praktik langsung yang ia terapkan pada usaha keluarga miliknya, yakni produksi “Kue Bawang Super” khas Kecamatan Rengat. Poppy menyadari bahwa sebagai abdi negara yang memiliki keterbatasan waktu, strategi pemasaran konvensional tidak lagi cukup.
“Di samping kita bekerja kan kita sulit untuk memasarkan. Nah jadi, kita usahakan ini di media sosial, di online. Kalau di toko kan kita sulit kontrol, tapi kalau di media sosial kan orang tinggal pesan. Alhamdulillah semenjak di situ ada peningkatan penjualan, karena jangkauannya juga luas,” ungkap Poppy menceritakan korelasi tesis dengan usahanya.
Kue bawang produksi Poppy bukanlah produk biasa. Ia melakukan inovasi dengan menggunakan bahan-bahan premium, seperti tepung berkualitas tinggi, minyak kemasan, hingga penambahan udang ebi basah untuk memperkuat cita rasa gurih. Menariknya lagi, pemotongan adonan masih dilakukan secara manual untuk mempertahankan tekstur tipis yang sangat renyah sebuah keterampilan khusus yang juga memberdayakan warga sekitar.
Lebih dari sekadar mencari keuntungan pribadi, Poppy memiliki visi besar untuk mengangkat nama daerahnya. Ia berharap kue bawang khas Rengat bisa mendapatkan pengakuan nasional bergengsi.

“Karena di Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu itu rata-rata masyarakatnya pengusaha kue bawang. Jadi saya ingin kue bawang itu lebih dapat nama. Jika perlu, seperti Bolu Berendam di Inhu yang pada tahun 2017 sudah masuk Rekor MURI. Saya berharap kue bawang juga bisa mendapatkan Rekor MURI karena pelaku usahanya sangat banyak di sana,” jelasnya antusias.
Di akhir wawancara, mahasiswa yang produknya sudah mengantongi izin PIRT dan sertifikat Halal ini memberikan masukan konstruktif bagi almamaternya. Ia berharap Pascasarjana Unilak dapat menjadi wadah pameran bagi produk-produk khas daerah yang dikelola oleh mahasiswanya.
“Harapannya di kampus ini ada semacam expo UMKM. Jadi setiap kabupaten ada menjual produk khas daerahnya. Kita mahasiswa Lancang Kuning yang memproduksi, lalu kita pasarkan dengan membawa nama baik kampus. Ini tentu akan sangat membanggakan,” tutup Poppy.
Keberhasilan Poppy Bainurita membuktikan bahwa pendidikan pascasarjana di Unilak mampu mencetak lulusan yang aplikatif, adaptif terhadap teknologi digital, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan ekonomi daerah.