Demi Jadikan Sampah Listrik, Pekanbaru Jajaki Kerjasama Dengan Cina

PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru saat ini sedang menjalani penjajakan untuk kesepakatan dengan calon investor dari Tiongkok dalam pengelolaan limbah di Tempat Pemrosesan Akhir Muara Fajar menjadi energi listrik.
Sebagai langkah awal, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, telah mengirimkan Penjabat Sekretaris Daerah, Zulhelmi Arifin, dan Asisten II, Ingot Ahmad Hutasuhut, untuk meninjau langsung fasilitas pengolahan limbah di negara tersebut. Dikutip dari Riauonline pada Kamis (31/7/2024)
“Kami mengutus Pj Sekda dan Asisten II dikarenakan keadaan saat ini memaksa kita untuk menjajaki kerja sama sambil melihat secara langsung pabrik yang mengolah limbah menjadi energi disana. Menariknya, semua ini tidak melibatkan penggunaan APBD,” jelas Agung setelah Musrenbang RPJMD Pekanbaru 2025-2030 di Perkantoran Tenayan Raya pada Kamis, 31 Juli 2025.
Agung menekankan bahwa kolaborasi ini bisa menjadi proyek percontohan pertama di Tanah Air. Di samping tanpa beban anggaran APBD dan biaya tapping fee, investor pun siap menyewa lahan dan membagi hasil dari pengelolaan tersebut.
“Ini akan menjadi proyek percontohan di seluruh Indonesia, karena investor tidak hanya akan menanggung semua biaya, namun juga akan menyediakan pendapatan bagi daerah. Bahkan, Kementerian Lingkungan Hidup telah mendukung proses ini sejak awal. Berdasarkan laporan dari Sekda, pabrik di sana sangat baik, tidak menimbulkan bau, dan mampu menghasilkan listrik dari limbah. Sekarang tinggal bagaimana kita menerapkan hal yang sama,” sebutnya.
Agung juga menambahkan bahwa jika kerja sama ini berjalan dengan baik, limbah yang sebelumnya tidak terpakai di TPA Muara Fajar akan bertransformasi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah.
Ia mengungkapkan bahwa kunjungan tim Pemko hanya berlangsung selama dua hari dan dijadwalkan untuk kembali ke Pekanbaru pada hari berikutnya.
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyatakan bahwa kerjasama ini merupakan wujud keseriusan Pemko dalam memperkuat sistem pengelolaan limbah yang modern dan berkelanjutan.
Dia menjelaskan bahwa penandatanganan perjanjian kerjasama dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang dan akan disaksikan secara langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
“Total nilai investasi yang akan diinvestasikan mencapai 7 juta Dolar Amerika Serikat. Fokus utamanya adalah pengelolaan limbah di TPA Muara Fajar,” katanya.
Dia berharap kehadiran investor luar negeri dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi pengolahan limbah di Pekanbaru, dengan teknologi ramah lingkungan yang berdampak positif bagi masyarakat.
“Langkah ini merupakan bagian dari berbagai terobosan yang tengah kami lakukan dalam menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh. Kehadiran investor asing tersebut akan memberikan nilai tambah serta mendukung terwujudnya Pekanbaru yang bersih dan sehat,” tutup Markarius. Tulis (Mo).