PEKANBARU – Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional, Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Lancang Kuning (Unilak) menggelar seminar nasional.
Kegiatan yang bertemakan “Membangun Ekosistem Pembinaan dan Pelayanan K3 Nasional yang Inklusif, Kolaboratif, dan Berkelanjutan ini dilaksanakan di Aula Perpustakaan Universitas Lancang Kuning dan dihadiri oleh mahasiswa, dosen, praktisi industri, serta perwakilan perusahaan di Provinsi Riau.
Seminar ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri dalam mengembangkan sistem pembinaan serta pelayanan K3 yang terintegrasi.
Tema yang diangkat menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan di tingkat nasional.
Kegiatan menghadirkan narasumber profesional dan berpengalaman di bidangnya, yaitu:
Dr. Ir. Rival Lino, S.T., M.T., IPU, ASEAN ENG, Tokoh K3 Riau dan juga Praktisi K3 sekaligus Ketua AKSI DPD Riau, memaparkan pentingnya penguatan regulasi, kompetensi, serta peran organisasi profesi dalam mendukung sistem K3 nasional yang lebih adaptif dan inklusif.
Eri Yolfi, S.K.M., M.K.L**, dari HSE Pertamina Hulu Rokan, yang berbagi praktik terbaik implementasi sistem manajemen K3 di sektor migas serta tantangan pengendalian risiko di industri energi.

Riki Pratama Putra, S.Sos, HSE Manager Power China, yang menjelaskan penerapan K3 pada proyek konstruksi dan infrastruktur berskala besar, termasuk strategi membangun budaya safety di lingkungan kerja multinasional.
Dalam sesi diskusi, para narasumber sepakat bahwa pembinaan K3 tidak dapat berjalan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, institusi pendidikan, dan tenaga kerja.
Dosen Prodi K3 Unilak, Irham Ansya, S.E., M.K.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.












