PEKANBARU – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan abad ke-21, tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Pendidikan dan Vokasi Universitas Lancang Kuning (UNILAK) menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Implementasi Pembelajaran Mendalam Berbasis Teknologi untuk Meningkatkan Keterlibatan Aktif Siswa bagi Guru di SMK Negeri 8 Pekanbaru.” Kegiatan ini diikuti oleh para guru SMK Negeri 8 Pekanbaru dan berlangsung secara interaktif melalui sesi pelatihan, diskusi, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, serta pendampingan implementasi pembelajaran berbasis teknologi.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning) yang mengintegrasikan teknologi digital sehingga mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna, kolaboratif, interaktif, dan berpusat pada siswa.
Selama kegiatan, peserta memperoleh penguatan konsep pembelajaran mendalam, pemanfaatan berbagai platform digital, penyusunan perangkat pembelajaran, hingga strategi membangun keterlibatan aktif siswa melalui aktivitas belajar yang kontekstual.
Ketua tim pelaksana, Dr. Refika Andriani, M.Pd, menjelaskan bahwa transformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi di ruang kelas, tetapi harus diikuti dengan perubahan cara guru merancang pengalaman belajar bagi peserta didik.
“Teknologi hanyalah alat. Yang paling penting adalah bagaimana guru mampu mendesain pembelajaran yang membuat siswa aktif berpikir, berdiskusi, berkolaborasi, memecahkan masalah, dan merefleksikan apa yang mereka pelajari. Itulah esensi pembelajaran mendalam yang ingin kami dorong melalui kegiatan pengabdian ini,” ujar Dr. Refika.
Ia menambahkan bahwa penguasaan pembelajaran mendalam berbasis teknologi menjadi kompetensi yang harus dimiliki guru agar mampu menjawab tantangan pendidikan pada era digital dan Society 5.0.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi menjadi awal terbentuknya budaya pembelajaran inovatif di sekolah. Guru diharapkan terus mengembangkan praktik-praktik pembelajaran yang memanfaatkan teknologi secara bermakna sehingga mampu meningkatkan keterlibatan aktif dan kualitas belajar siswa,” tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif berdiskusi, berbagi pengalaman mengajar, serta mempraktikkan penyusunan perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi digital. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, motivasi, dan kesiapan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam berbasis teknologi di kelas.
Salah seorang guru peserta, Desmalini, S.Pd, mengaku memperoleh banyak wawasan baru melalui pelatihan tersebut.
“Pelatihan ini sangat membuka wawasan kami. Selama ini kami sudah menggunakan beberapa aplikasi pembelajaran, tetapi belum memahami bagaimana mengintegrasikan teknologi dengan strategi pembelajaran yang benar-benar membuat siswa aktif. Setelah mengikuti kegiatan ini, kami menjadi lebih percaya diri dalam merancang pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna bagi siswa,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga menghasilkan berbagai perangkat pembelajaran yang dapat langsung diterapkan di kelas sebagai bagian dari implementasi pembelajaran mendalam berbasis teknologi. Tim pengabdian berharap praktik baik yang telah dikembangkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui inovasi yang berorientasi pada keterlibatan aktif peserta didik.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah, Universitas Lancang Kuning terus berkomitmen menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menghadirkan program-program pengabdian yang memberikan solusi nyata bagi dunia pendidikan.
Diharapkan, kolaborasi ini mampu memperkuat kompetensi guru sekaligus mendorong terwujudnya ekosistem pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan di Provinsi Riau.