Pemkab Rohul Dukung Pameran Keliling Uang Kuno, H Syofwan : Sebagai Edukasi Bagi Pelajar dan Masyarakat

PASIRPENGARAIAN – Pergelaran pameran uang Kuno yang diselenggarakan oleh UPT Museum Sang Nila Utama dan Taman Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi Riau di Pelataran Mesjid Agung Islamic Center, Pasir Pengaraian disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu.
Hal ini diakui Bupati Rokan Hulu, H Sukiman melalui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Rohul H. Syofwan S.Sos saat membuka acara Pameran uang kuno keliling tersebut, Selasa (19/10).
Diakui H Syofwan, meski uang kuno tidak dapat digunakan sebagai alat tukar barang dan jasa pada saat sekarang ini, namun uang kuno dapat dijadikan sebagai koleksi dan edukasi kepada masyarakat dan pelajar.
“Dengan adanya Pameran Keliling Uang kuno ini, khususnya pelajar dan masyarakat dapat mengetahui uang yang pernah digunakan pada zaman terdahulu,” kata Syofwan.
Lanjut H Syofwan bahwa uang kuno yang saat ini tidak lagi di produksi oleh negara, dapat dimanfaatkan sebagai koleksi, dimana semakin lama uang kuno, maka semakin tinggi pula harganya.
Diakui H Syofwan, saat ini Kabupaten Rokan Hulu belum memiliki museum sebagai tempat meletakkan barang-barang dan benda-benda bersejarah peninggalan leluhur, namun cikal bakal dijadikan Museum terdapat di gedung LAMR Rokan Hulu.
“Sementara waktu museum digunakan menyatu dengan gedung LAMR Rohul, tapi koleksi yang ada hanya berupa peralatan dan benda bersejarah yang baru di duplikasi, seperti peralatan-peralatan tangkap, peralatan beliung, sedangkan untuk koleksi uang kuno sampai sekarang belum ada,” Tambah Syofwan.
Melalui awak media, dia juga mengajak kepada masyarakat terutama pelajar untuk pandai-pandai menjaga warisan budaya, terkhusus uang kuno. 
“Jangan sampai ke tangan kolektor asing, agar Generasi bisa melihat mata uang zaman dahulu, dan untuk yang memiliki koleksi uang kuno, kalau bisa dihibahkan ke museum daerah untuk menambah Khazanah dan koleksi uang yang ada, Bentuk kesenian di Museum Riau,” Sebut Syofwan.
Masih di tempat yang sama, Kasi Pengelolaan dan Pengembangan Disbud Riau Edi Yulisman, SE M.Si mengatakan tujuan dari pelaksanaan Pameran Keliling Uang kuno ini untuk memberikan pembelajaran dan edukasi kepada masyarakat khususnya kepada pelajar dalam mengenal mata uang kuno.
“Koleksi uang yang dimiliki oleh negara Republik Indonesia, baik sebelum kemerdekaan sampai setelah kemerdekaan, mulai dari satuan terkecil 1 sen sampai yang 500, dengan jumlah 63 koleksi. Mulai dari mata uang logam dan kertas sejak tahun 1836  yang dimiliki oleh Kerajaan Siak dan Minangkabau,” Jelas Edi.
Diakui Edi lagi, UPT Museum Sang Nila Utama dan Taman Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi Riau menggelar Pameran Keliling uang kuno di 4 Kabupaten atau Kota di Provinsi Riau, yakni di Kota Dumai, Rokan Hilir, Rokan Hulu dan kedepannya akan digelar di Kabupaten Indragiri Hilir.