PASIRPENGARAIAN – Bersempena Kunjungan Kerja (Kunker) Gubernur Riau H Abdul Wahid SPdI MSI ke Negeri Seribu Suluk, Minggu (09/03), orang nomor satu di Provinsi Riau itu menyempatkan diri untuk meninjau langsung keadaan Jembatan Sungai Rokan Kiri yang telah mengalami kemiringan sejak 25 November 2024 silam.
Saat meninjau kondisi jembatan yang menghubungkan Kota Pekanbaru ke Medan, Sumatera Utara itu, Gubri Abdul Wahid turut didampingi oleh Jajaran Dinas PUPR-PKPP Riau, Bupati Rokan Hulu, Anton ST MM bersama sejumlah jajaran Kepala OPD, Kapolres Rohul, Camat Ujung Batu, Upika, serta beberapa orang Anggota DPRD Rohul dapil V lainnya.
Pasca melakukan peninjauan ke lokasi jembatan, Abdul Wahid menjelaskan bahwa, hasil pengukuran tim teknis menunjukkan struktur jembatan telah bergeser hingga 90 sentimeter. Mengingat hal tersebut, dikhawatirkan daya tahan jembatan semakin melemah jika tidak segera ditangani.
“Oleh karena itu, Kami mengucapkan Terima kasih kepada pak Bupati dan Kapolres yang telah memberi instruksi kepada seluruh pengendara dan masyarakat, jembatan ini hanya bisa dilalui kendaraan roda empat,” kata Gubri Wahid.
Mengingat kondisi jembatan yang begitu penting sebagai akses jalan masyarakat, Gubri mengatakan, bahwa perbaikan jembatan Sungai Rokan yang mengalami kemiringan ini akan dilakukan setelah Lebaran Idul Fitri.
“Untuk teknisnya, akan menggunakan crane sehingga tiang yang bergeser bisa diangkat, untuk dilakukan perbaikan, dan waktu perbaikan empat hingga enam bulan tanpa mengurangi kualitas pengerjaan,” tambah Gubri, Abdul Wahid.
Untuk perbaikan jembatan Sungai Rokan, diakui Gubri Pemerintah Provinsi Riau telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4 milyar.
“Kita meminta kepada Kepala Dinas PUPR bersama Stakeholder terkait agar mencarikan solusi bagaimana masyarakat perantau yang ada di Riau, bisa melaksanakan mudik lebaran menggunakan jalur alternatif,” sebut Gubri.
Sementara itu, Bupati Rokan Hulu, Anton ST mengaku sangat berterima kasih atas perhatian Gubri yang dapat melihat langsung kondisi jembatan sungai Rokan Kiri yang mengalami kemiringan.
“Kita berharap jembatan ini bisa dikerjakan secepatnya. Namun karena kondisi debit air yang masing cukup tinggi menjadi kendala.
Mantan Kepala Dinas PUPR Rohul itu mengajak kepada seluruh pihak agar ikut mematuhi aturan pemakaian jembatan Sei Rokan Kiri. Untuk sementara waktu, pengendara kendaraan roda 6 keatas, diminta untuk menggunakan jalan alternatif.
“Sementara untuk mobil pribadi masih bisa menggunakan jembatan Sei Rokan Kiri dengan sistem buka tutup,” pinta Bupati, (Dan).