PGRI Riau dan Children’s Light Kupas Tuntas Speech Delay, Hadirkan Pakar Pendidikan Khusus

PEKANBARU – Isu keterlambatan bicara atau speech delay pada anak menjadi perhatian serius dunia pendidikan. Menjawab kebutuhan tersebut, PGRI Provinsi Riau bekerja sama dengan Children’s Light Pusat Tumbuh Kembang Dan Terapi Anak berkebutuhan Khusus menggelar seminar bertema “Kupas Tuntas Speech Delay” yang berlangsung di Gedung Guru, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Sabtu, 14 Februari 2026.
Kegiatan ini menghadirkan dua pakar pendidikan khusus, Dr. Cand. Siska Syofiana, M.Pd dan Ibu Ikhwanisifa, M.Psi, Psikolog yang memaparkan secara komprehensif tentang penyebab, deteksi dini, hingga strategi penanganan speech delay pada anak usia dini dan usia sekolah.
Seminar dihadiri puluhan peserta yang terdiri dari orang tua, kepala sekolah, serta guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dari berbagai kabupaten dan kota se-Riau. Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung hangat.
Ketua PGRI Provinsi Riau, Prof. Dr. Adolf Bastian, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mendeteksi serta menangani gangguan perkembangan anak sejak dini. Ia menyebutkan bahwa pemahaman yang tepat mengenai speech delay membantu meminimalkan dampak jangka panjang terhadap perkembangan akademik maupun sosial anak.

“Guru dan orang tua harus memiliki pengetahuan yang memadai agar tidak salah langkah dalam memberikan stimulasi dan pendampingan,” ujarnya.
Seminar secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Dr. Arden Simeru, S. Pd, M. Kom Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif PGRI Provinsi Riau dan Children’s Light dalam menghadirkan forum edukatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Menurutnya, “peran tenaga pendidik sangat strategis dalam mengidentifikasi potensi hambatan perkembangan anak di sekolah. Oleh karena itu, kegiatan ini dinilai mampu meningkatkan kapasitas guru dalam memberikan layanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas”.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Dr. Cand. Siska Syofiana, M.Pd menjelaskan bahwa speech delay tidak selalu berkaitan dengan tingkat kecerdasan anak, melainkan bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan, kurangnya stimulasi, hingga kondisi medis tertentu. Ia menekankan pentingnya asesmen yang tepat sebelum menentukan intervensi.
Ikhwanisifa, M. Psi, Psikolog turut menambahkan bahwa pendekatan kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan tenaga profesional menjadi kunci keberhasilan penanganan anak dengan keterlambatan bicara.

Melalui seminar ini, diharapkan para peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam sekaligus mampu mengimplementasikan strategi penanganan yang efektif di lingkungan masing-masing, demi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal