PEKANBARU – Sebuah program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi berhasil meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan elemen-elemen pendidikan dalam menghadapi transformasi digital di era Society 5.0.
Melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan selama beberapa bulan, para guru mendapatkan pemahaman dan keterampilan baru dalam merancang serta menerapkan pembelajaran berbasis teknologi.
Dalam hal ini, para guru dibekali dengan pengetahuan tentang berbagai aplikasi dan platform digital yang dapat dimanfaatkan untuk memperkaya metode pengajaran, seperti penggunaan presentasi interaktif, video pembelajaran, maupun alat kolaborasi daring hingga pembuatan elektronik modul.
Menurut Refika Andriani, M.Pd., selaku ketua tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat, platform digital pembelajaran sudah sangat populer bagi guru maupun siswa.
Platform-platform pembelajaran berbasis digital ini mudah diakses dan digunakan oleh siapa saja. Namun praktiknya, sebagian guru masih merasa nyaman dengan penerapan pembelajaran konvensional di kelasnya.
Ada beberapa yang berhasil bergerak maju, namun hanya sebatas pada menggunakan apa yang ada saja. Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat kreativitas guru dalam mempersiapkan materi dan media belajar menyongsong era society 5.0 sangatlah penting.
Oleh sebab itu, sosialisasi maupun pelatihan dan pendampingan terkait dengan digitalisasi materi pembelajaran yang dikemas dalam istilah elektronik modul menjadi sebuah urgensi yang tidak bisa dihindari.
“Kegiatan pengabdian masyarakat khususnya dalam hal mendukung kompetensi guru untuk menunjang proses pembelajaran era digital saat ini merupakan sesuatu yang sangat kami butuhkan. Dengan adanya pendampingan dari tim dosen Perguruan Tinggi mitra, maka kami merasa sangat terbantu dan sangat berterima kasih”, ujar salah seorang guru di sekolah mitra.
Selain itu, Kepala sekolah yang terlibat dalam program ini menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, keterampilan digital yang dimiliki guru dan siswa akan sangat bermanfaat dalam menghadapi perkembangan era society 5.0.
Ia berharap program serupa dapat terus dilaksanakan agar seluruh sekolah dapat mempersiapkan diri menghadapi transformasi pendidikan di masa depan.