PASIRPENGARAIAN – Berbagai upaya terus digalakkan untuk menurunkan angka stunting di Negeri Seribu Suluk, salah satunya seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu (Rohul) pada Rabu (29/09) di Sapadia Hotel, Pasir Pengaraian.
Guna percepatan penurunan Stunting, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu bekerjasama dengan Yayasan Cipta dan Tanoto Foundation menggelar acara Loka karya diseminasi Pengembangan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku untuk percepatan pencegahan Stunting.
Hadir dalam agenda ini, Bupati Rokan Hulu H Sukiman yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Pemkab Rohul, H Abdul Haris, Distrik Officer Yayasan Cipta, M.Si, Muhamad Reza, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu, dr Bambang, perwakilan BAPPEDA Rohul, Perwakilan Kemenag Rohul, serta OPD terkait.
Dalam sesi wawancara, Sekda Rohul mengaku bahwa angka stunting di Kabupaten Rokan Hulu terus mengalami penurunan yang drastis, yakni 53 persen pada tahun 2013 hingga 20217 menjadi 24 persen di tahun 2021.
“Loka Karya Diseminasi ini juga sebagai evaluasi. Jadi berdasarkan data pada 2013-2017 tingkat Stunting Kabupaten Rohul mencapai 53 persen, sedangkan pada tahun 2021 angka Stunting Rohul menurun menjadi 24 persen,” terang Sekda.
Melihat menurunnya angka stunting di Kabupaten Rokan Hulu, Sekda Rohul berharap hingga akhir tahun 2021 ini angka stunting di Negeri Seribu Suluk bisa terus menurun sampai 20 persen hingga 14 persen,
“Hal ini mengingat tahun 2024 secara RPJMN angka Stunting ini ditargetkan turun diangka 14 persen,” Tambahnya.
Diakui Abdul Haris bahwa tujuan agenda hari itu untuk menyusun dokumen acuan strategi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Rokan Hulu.
“Kita berharap melalui Loka Karya Diseminasi ini menyatukan tekad untuk menurunkan angka stunting. Ada beberapa Desa yang menjadi target pembinaan khusus nya 10 desa yang menjadi lokus stunting di Rohul,” Sebut Sekda.












