Wisuda Unilak 2026: Sekolah Pascasarjana Sukses Cetak 475 Magister, Jadi Pilihan Utama Pejabat Publik hingga Profesional

PEKANBARU — Universitas Lancang Kuning (Unilak) kembali menorehkan sejarah gemilang dalam dunia pendidikan tinggi di Provinsi Riau. Melalui prosesi Wisuda Sarjana LXXII dan Magister XXII yang digelar secara megah selama dua hari berturut-turut, yakni Rabu dan Kamis (29-30 April 2026), Sekolah Pascasarjana Unilak sukses mengukuhkan 475 magister baru. Menariknya, ratusan lulusan jenjang strata dua ini tidak hanya berasal dari kalangan akademisi murni, tetapi juga didominasi oleh tokoh publik, pimpinan korporasi, hingga praktisi industri strategis.
Pembukaan pada hari pertama perayaan akademik ini turut disaksikan oleh jajaran penting pemerintahan dan institusi pendidikan. Kehadiran Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Bapak Erisman Yahya, M.H., Bendahara Yayasan Pendidikan Raja Ali Haji, Bapak Devie Rachmat Ali Hasan Rifaie, S.H., M.Kn., serta perwakilan Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Ibu Sunarti, S.P., M.M., semakin menegaskan sinergi kuat antara Unilak dan berbagai pemangku kepentingan dalam memajukan daerah.
Secara statistik, prosesi pada hari pertama (29/4) resmi melepas 237 wisudawan yang tersebar di empat program studi, dengan rincian Magister Manajemen sebanyak 187 orang, Magister Ilmu Lingkungan 30 orang, Magister Ilmu Akuntansi 11 orang, dan Magister Pendidikan Vokasi Keteknikan 9 orang.
Sementara itu, pada hari kedua (30/4), gelombang wisuda dilanjutkan dengan melepas 238 lulusan yang terdiri dari Magister Pedagogi 115 orang, Magister Ilmu Hukum 110 orang, Magister Ilmu Komputer 11 orang, dan Magister Ilmu Pertanian 2 orang.
Tingginya minat para profesional dan pejabat publik untuk menimba ilmu di Unilak menjadi sorotan utama dalam wisuda kali ini. Kepercayaan ini dibangun di atas pondasi kualitas pengajaran serta sistem akademik fleksibel yang mampu mengakomodasi padatnya rutinitas mahasiswa tanpa mengorbankan mutu pendidikan.
Anggota DPRD Provinsi Riau, Muhtarom, S.Ag., M.M., yang lulus dari Program Studi Magister Manajemen konsentrasi SDM, merasakan langsung bagaimana dedikasi kampus dalam melayani mahasiswanya.
“Saya rasakan luar biasa kuliah di Pascasarjana Unilak ini. Hubungan emosional kita dengan kampus sangat bagus. Para dosen sangat membantu, ini saya rasakan betul dan teman-teman yang lain juga merasakan hal yang sama, baik itu dari segi pelayanan maupun komunikasi yang sangat terjaga,” ungkap Muhtarom usai prosesi pemindahan kuncir.
Pengalaman serupa juga diceritakan oleh Amri Hidayat Arief, M.M., BNI Area Head Kantor Wilayah Sumatera Utara. Meski terhalang jarak dan tuntutan mobilitas kerja yang tinggi, sistem pembelajaran adaptif yang ditawarkan Unilak terbukti sangat efektif.
“Alhamdulillah, hari ini sangat luar biasa sekali. Walaupun saya berkuliah secara hybrid, pembelajaran dan para dosen sangat membantu agar saya tetap memahami materi pelajaran. Semoga kedepannya Unilak, khususnya Sekolah Pascasarjana, semakin jaya,” ujar Amri penuh syukur.
Keunggulan kurikulum Unilak juga diakui oleh praktisi dari industri energi nasional. Manager Drilling & Intervention Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja Rokan, Iwan Wijanarko, M.M., menyebut bahwa pendidikan Magister Manajemen yang ia tempuh sukses memberikan nilai tambah bagi latar belakangnya di bidang teknik.
“Kesan dan pesan saya selama berkuliah ternyata jauh melebihi ekspektasi saya. Dosen-dosennya sangat berkualitas, seperti dosen pembimbing saya yang membimbing tesis sampai selesai dan lancar. Untuk teman-teman yang berminat mengembangkan kompetensi, salah satu tempat terbaik adalah Universitas Lancang Kuning,” tutur Iwan.
Kepercayaan dari kalangan legislatif kembali terbukti pada hari kedua wisuda dengan lulusnya Dody Irawan, S.H.I., MH, Anggota DPRD Riau dari Program Studi Magister Hukum. Saking puasnya dengan iklim akademik Unilak, Dody bahkan siap melanjutkan studi ke jenjang doktoral.
“Saya pikir, orang yang berprofesi seperti saya, Unilak ini adalah tempat yang terbaik untuk menempuh pendidikan. Saya berharap kedepannya Sekolah Pascasarjana Unilak memiliki S3 Hukum. Jika nanti sudah ada, Insyaallah saya akan jadi mahasiswa pertama yang mendaftar,” tegas Dody dengan antusias.
Di luar dominasi kalangan profesional, Sekolah Pascasarjana Unilak juga tak luput dalam membuktikan tajinya di bidang riset inovatif berskala nasional. Hal ini dibuktikan oleh Najmuddin Mubarak. MR., M.Kom, lulusan Magister Ilmu Komputer yang berhasil keluar sebagai Pemuncak Pascasarjana dengan raihan IPK Sempurna 4.00. Najmuddin sukses menembus Jurnal Terakreditasi Sinta 2 melalui penelitian deep learning untuk prediksi parameter gempa bumi yang didanai oleh hibah Dikti.
“Prodi M.Kom ini sangat bagus. Dosennya juga baik dan berkualitas, tidak kalah dengan pelayanannya. Ekosistem di sini benar-benar mendukung kami untuk berkembang,” puji Najmuddin.
Melihat tingginya antusiasme, kualitas lulusan, serta ragam latar belakang para wisudawan pada periode ini, Dekan Sekolah Pascasarjana Unilak, Prof. Dr. Adolf Bastian, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangganya sekaligus menitipkan pesan moral yang mendalam.
“Selamat kepada 475 wisudawan Sekolah Pascasarjana Unilak yang telah resmi menyandang gelar magister selama dua hari ini. Gelar ini merupakan amanah besar untuk memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar. Jadilah pemimpin yang transformatif dan tetaplah menjaga integritas serta marwah almamater di mana pun Anda berkarya,” pungkas Prof. Adolf Bastian menutup rangkaian selebrasi akademik tersebut.