PEKANBARU — Tim dosen Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Lancang Kuning (Unilak) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMK Negeri 5 Pekanbaru dengan tema “Peningkatan Kesadaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui Sosialisasi Budaya 5R.”
Kegiatan ini diketuai oleh Syakhila Pradhani, S.ST., M.K.M., dengan anggota Reni Mutiara, S.Tr.Keb., M.K.M., dan Rio Animenendra, S.K.M., M.K.M.. Kegiatan tersebut juga melibatkan peran aktif mahasiswa Prodi K3 Unilak, yaitu Nabila dan Zhidan Hamed.
Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya penerapan budaya 5R yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin, khususnya di lingkungan praktik atau workshop otomotif. Melalui budaya 5R, siswa diharapkan mampu membiasakan diri menjaga kerapian alat kerja, kebersihan area praktik, kedisiplinan penggunaan APD, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.
Ketua tim pengabdian, Syakhila Pradhani, menyampaikan bahwa pengenalan budaya K3 perlu dilakukan sejak siswa masih berada di lingkungan pendidikan vokasi.
“SMK merupakan tempat pembentukan calon tenaga kerja terampil. Karena itu, siswa perlu dibekali kebiasaan kerja aman sejak dini. Budaya 5R bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga membangun disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap keselamatan kerja,” ujar Syakhila.
Ia menambahkan, lingkungan workshop memiliki potensi bahaya seperti terpeleset, tersandung, penggunaan alat kerja yang tidak tertata, hingga risiko kecelakaan saat praktik. Karena itu, penerapan 5R menjadi langkah sederhana namun penting untuk menciptakan area kerja yang aman, nyaman, dan produktif.
Melalui kegiatan pengabdian ini, tim dosen dan mahasiswa K3 Unilak berharap siswa SMK Negeri 5 Pekanbaru semakin sadar pentingnya K3 serta mampu menerapkan budaya 5R secara konsisten dalam kegiatan praktik sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi Unilak dalam mendukung penguatan budaya keselamatan di lingkungan pendidikan kejuruan.