PGRI Provinsi Riau Hadiri Konferensi Kerja Nasional I PGRI 2025

JAKARTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau turut serta dalam Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) I PGRI 2025, yang berlangsung pada 11-13 Februari 2025 di Hotel Millennium Sirih.
Acara ini mengusung tema “Guru Bermutu Indonesia Maju, Guru Hebat Indonesia Kuat” dan dihadiri oleh delegasi dari seluruh provinsi di Indonesia, termasuk 27 perwakilan dari PGRI Provinsi Riau.
Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan bedah buku karya Pak Wardiman. Selanjutnya, dilaksanakan kegiatan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Perempuan PGRI.
Konferensi ini berlanjut dengan Sidang Pleno I, yang dipimpin oleh Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. Dalam sidang ini, dilakukan pembahasan dan pengesahan tata tertib serta jadwal acara, termasuk sesi pelantikan Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI.
Pada seremoni pembukaan Konkernas I PGRI 2025, Ibu Titiek Soeharto, yang dikenal sebagai Ibunda Guru Indonesia, turut hadir dan memberikan arahan terkait penguatan profesi guru di Indonesia. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan
“Hadirin yang saya hormati, PGRI sebagai tempat berhimpunnya para guru, selain sebagai aspirasi para guru, juga memiliki tanggung jawab besar sebagai lokomotif perubahan dan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan cita-cita pendidikan nasional. Dengan rekam jejak yang begitu panjang, PGRI selalu mendukung dan turut serta berkontribusi baik pemikiran dan tenaga dalam membangun dunia pendidikan nasional sejak Republik ini berdiri hingga sekarang,” sebutnya, Selasa (11/02).
“Diera pemerintahan saat ini, salah satu langkah penting yang dapat kita dukung bersama adalah program makan siang bergizi gratis bagi para siswa, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memastikan anak-anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung perkembangan fisik dan kognitif mereka,” tambahnya.
Ketua PGRI Provinsi Riau, Prof. Dr. Adolf Bastian, M.Pd., yang turut hadir dalam konferensi ini, juga menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya forum ini sebagai wadah strategis bagi penguatan pendidikan nasional.

“Konferensi ini menjadi momentum penting bagi para pendidik dan pemangku kebijakan untuk merumuskan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sebagai bagian dari PGRI, kami di Provinsi Riau berkomitmen untuk mengawal setiap kebijakan yang berpihak pada guru dan dunia pendidikan,” katanya.
Salah satu fokus utama yang diperjuangkan adalah peningkatan kesejahteraan guru, terutama bagi guru honorer yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam mendapatkan hak-haknya.
“Kami juga mendukung penuh program makan siang bergizi gratis yang bertujuan meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar siswa. Namun, lebih dari itu, kami menekankan bahwa kebijakan pendidikan harus berorientasi pada peningkatan kompetensi guru, pemerataan akses pendidikan berkualitas, serta penguatan kurikulum yang adaptif terhadap era digital dan tantangan global,” tambahnya.
Direktur Pascasarjana Unilak itu berharap hasil Konkernas ini dapat diterapkan secara nyata di daerah, termasuk di Riau, sehingga pendidikan semakin berkualitas dan para guru mendapatkan perlindungan serta penghargaan yang layak. PGRI Provinsi Riau siap berkontribusi dalam mewujudkan visi pendidikan nasional yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Selain menjadi ajang konsolidasi organisasi, Konkernas I PGRI 2025 juga menjadi forum penting bagi seluruh delegasi untuk membahas berbagai isu strategis dalam dunia pendidikan. Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan adalah pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Guru dan RUU Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS). Kedua RUU ini dianggap krusial dalam menjamin kesejahteraan dan perlindungan hukum bagi guru, serta meningkatkan kualitas sistem pendidikan nasional.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi PGRI untuk merumuskan strategi pengembangan kualitas guru dan dunia pendidikan ke depan. Selama tiga hari ke depan, peserta akan terlibat dalam berbagai diskusi strategis, lokakarya, serta penyusunan rekomendasi kebijakan demi kemajuan pendidikan nasional.
Dengan kehadiran 27 delegasi dari PGRI Provinsi Riau, diharapkan hasil dari konferensi ini dapat diimplementasikan secara nyata di daerah, guna mewujudkan guru yang bermutu dan pendidikan yang lebih berkualitas di Indonesia.