Dosen Pascasarjana Unilak, Dr. Ns. Rifa Yanti Beri Keterangan Terkait Manfaat Ilmiah Puasa bagi Fisik dan Mental

PEKANBARU – Bulan Ramadan menjadi momentum bagi umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa. Namun, lebih dari sekadar ibadah, puasa juga memiliki manfaat kesehatan yang telah terbukti secara ilmiah. Hal ini disampaikan oleh Dr. Ns. Rifa Yanti, S.Kep., M.Biomed, dosen Manajemen Rumah Sakit di Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (UNILAK), dalam sebuah tulisan akademik yang membahas dampak positif puasa terhadap kesehatan fisik dan mental.
Menurut Dr. Rifa Yanti, puasa memberikan efek luar biasa bagi tubuh, terutama dalam proses detoksifikasi, peningkatan metabolisme, dan regenerasi sel.
“Saat kita berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan untuk beberapa waktu, sehingga sistem pencernaan beristirahat dan fokus pada pembersihan racun yang terakumulasi dalam sel serta jaringan tubuh,” jelasnya.
Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan sensitivitas insulin, membantu menurunkan berat badan, serta mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.
“Puasa memicu proses autofagi, yakni pembuangan sel-sel yang rusak dan regenerasi sel baru. Ini sangat penting dalam pencegahan penyakit degeneratif,” tambah Dr. Rifa.
Tak hanya bermanfaat bagi tubuh, puasa juga memiliki dampak positif terhadap kesehatan mental.
“Selama berpuasa, kadar hormon stres seperti kortisol menurun, sementara produksi hormon kebahagiaan seperti serotonin dan dopamin meningkat. Hal ini membantu mengurangi stres dan kecemasan serta meningkatkan kesejahteraan emosional,” ungkapnya.
Namun, Dr. Rifa juga menekankan bahwa tidak semua orang dapat menjalankan puasa tanpa risiko.
“Bagi penderita diabetes, ibu hamil, atau mereka yang memiliki gangguan makan, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum berpuasa. Puasa harus dilakukan secara bijak agar tetap memberikan manfaat bagi tubuh,” imbuhnya.
Sebagai akademisi di bidang manajemen rumah sakit, Dr. Rifa juga menyoroti pentingnya edukasi mengenai manfaat puasa dalam dunia medis.
“Banyak penelitian terbaru yang menunjukkan bagaimana puasa dapat mendukung gaya hidup sehat. Ini bisa menjadi bagian dari strategi kesehatan preventif yang perlu lebih banyak disosialisasikan ke masyarakat,” katanya.
Dengan semakin banyaknya kajian ilmiah yang mendukung manfaat puasa, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah dan kesehatan, terutama di bulan Ramadan ini.