BANGKINANG – Pendidikan bukan sekadar rutinitas, tetapi investasi jangka panjang yang menentukan masa depan. Dengan semangat ini, Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak) hadir di SMKN 1 Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, untuk membuka cakrawala baru bagi para pendidik.
Kegiatan ini menjadi lebih bermakna karena berlangsung di bulan suci Ramadhan, di mana pencarian ilmu juga merupakan bagian dari ibadah. Bukan hanya sekadar sosialisasi, kegiatan ini menjadi jembatan bagi guru-guru dalam meningkatkan kompetensi akademik mereka. Tim promosi dari Program Studi Magister Ilmu Akuntansi dan Magister Manajemen membawa informasi berharga yang disambut antusias oleh para pendidik yang ingin terus berkembang.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dr. Indarti, SE., MM., Ak., CA., CRGP., CIISA., CIFA., CRMP, selaku Ketua Program Studi Magister Ilmu Akuntansi, serta Dr. Zulia Khairani, SE., MM., sebagai Sekretaris Program Studi Magister Ilmu Akuntansi. Dari Program Studi Magister Manajemen, turut hadir Sekretaris Program Studi, Ibu Nurhayani Lubis, SE., MM. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Kepala SMKN 1 Tapung, Bapak Nasrul Amri Batubara, S.Pd., M.Pd., beserta jajaran guru.
Dalam sambutannya, Kepala SMKN 1 Tapung menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kunjungan tim promosi Pascasarjana Unilak. Ia menekankan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan faktor krusial dalam penguatan akreditasi sekolah. Berdasarkan data yang disampaikan, saat ini sekolah memiliki 59 tenaga pengajar, namun hanya lima orang di antaranya yang telah menyelesaikan studi S2. Khusus untuk bidang Akuntansi, terdapat 15 guru yang diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang magister guna meningkatkan kualitas pembelajaran bagi peserta didik.
Sesi sosialisasi berlangsung interaktif dengan tingginya antusiasme para peserta. Tim Pascasarjana Unilak secara komprehensif memaparkan kurikulum, sistem perkuliahan, serta keunggulan masing-masing program studi. Para guru yang hadir aktif mengajukan pertanyaan terkait mata kuliah, metode pembelajaran, hingga fleksibilitas jadwal kuliah yang dapat disesuaikan dengan tugas mengajar mereka.













