TOKYO – Universitas Lancang Kuning (Unilak) kembali menunjukkan eksistensinya di dunia internasional melalui inovasi riset pertanian tropis yang berhasil menembus Jepang. Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Pertanian (MIP) Unilak melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional di Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT), Jepang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Sekolah Pascasarjana (SPs) Unilak dalam memperluas jejaring akademik global serta memperkuat kontribusi riset di bidang pertanian tropis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Tim pengabdian terdiri atas Dr. Eng. H. Indra Purnama, M.Sc., Dr. Yuliana Susanti, S.P., M.Si., Dr. Hermiza Mardesci, S.TP., M.P., dan Fawzia Novianti, S.P., M.Sc., Ph.D., bersama dua mahasiswa MIP, Suraj Prakash Singh dan Nasruddin. Dalam forum ilmiah yang dikemas dalam bentuk sharing session dan knowledge exchange, tim Unilak memaparkan hasil riset mengenai pemanfaatan biomassa sebagai bahan dasar pengendalian hama dan penyakit tanaman tropis.
Paparan tersebut mendapat sambutan antusias dari peserta internasional yang hadir dari berbagai negara, antara lain Peru, Thailand, Jepang, dan Indonesia. Teknologi berbasis biomassa yang dikembangkan Unilak dinilai relevan untuk menjawab tantangan pertanian tropis masa kini serta berpotensi mendukung pengurangan emisi karbon di sektor pertanian.
Dr. Indra Purnama menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata Unilak dalam membawa hasil riset lokal menuju pengakuan global.
“Riset dari Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam kolaborasi internasional. Teknologi biomassa yang kami kembangkan dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi pengendalian hama di kawasan tropis,” ujarnya.
Rektor Universitas Lancang Kuning, Prof. Dr. Junaidi, S.S., M.Hum., memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan tim dosen dan mahasiswa dalam kegiatan internasional tersebut.
“Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Unilak terus melangkah ke arah internasionalisasi. Para dosen dan mahasiswa telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam forum ilmiah dunia, sejalan dengan visi Unilak untuk menjadi universitas unggul dan berdaya saing di tingkat internasional,” ungkap Rektor.
Dekan Sekolah Pascasarjana Unilak, Prof. Dr. Adolf Bastian, M.Pd., juga menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi berskala global.
“Kami mendorong seluruh program studi di Pascasarjana Unilak untuk aktif berjejaring di tingkat internasional. Kegiatan seperti ini tidak hanya memperkuat reputasi akademik Unilak, tetapi juga membuka peluang riset kolaboratif dan publikasi bersama universitas mitra luar negeri,” jelas Prof. Adolf.
Dari pihak TUAT, apresiasi disampaikan oleh Prof. Ken Komatsu.
“Kolaborasi riset dan pengabdian lintas negara seperti ini sangat penting untuk memperkuat jejaring akademik global. Pengetahuan dari Indonesia, terutama terkait pertanian tropis, memberikan perspektif yang sangat bernilai bagi kami di Jepang,” ujarnya.
Melalui kegiatan pengabdian internasional ini, Unilak menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di ranah global.
Dengan semangat kolaborasi global, Unilak siap melahirkan terobosan ilmiah yang memberi manfaat nyata bagi kemajuan masyarakat dunia.