Diketahui Reza Al Fatih merupakan anak dari pasangan Firman dan Dewi yang merupakan warga Desa Sukadamai RT 01 RW 02 Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu.
Bocah malang tersebut diketahui hanyut saat bermain dan mandi bersama teman-temannya di Dusun Suka Mulia, Desa Sangkir, atau lebih tepatnya di Quari milik Anton di tepi sungai Rokan.
Diceritakan ibu Reza Al Fatih, Dewi mengatakan bahwa sore itu dia merasa cemas atas belum pulangnya Reza Al Fatih ke rumah, sementara hari sudah mulai terlihat gelap. Hal ini membuat Dewi berkeliling kampung hingga sungai untuk mencari anaknya.
Diketahui saat itu Reza pergi bersama 5 temannya ke Desa Sangkir, namun setelah dicari Dewi tidak menemukan Reza atau kelima temannya.
Di pinggir sungai, Dewi melihat seorang pria tengah memancing dan bertanya keberadaan anaknya. Dari pengakuan pria tersebut, dia melihat kumpulan anak-anak mandi di sekitar sungai Rokan, sehingga Dewipun segera ke lokasi.
Di lokasi kejadian, Dewi hanya menemukan baju dan sandal milik korban, namun tidak menemukan anaknya, saat ditanya ke teman-teman anaknya, mereka mengatakan bahwa Reza tenggelam dan terbawa arus Sungai Rokan.
Mendengar hal tersebut, Dewipun menyampaikan ke keluarga dan tetangga untuk dimintai bantuan mencari anaknya yang hanyut, sontak, puluhan warga langsung melakukan pencarian dengan menyusuri di tepian Sungai Rokan.
Sementara saat dikonfirmasi ke Kalaksa BPBD Rohul melalui Sekretaris BPBD Rohul, Afrizal, S.Sos membenarkan terkait peristiwa hanyutnya seorang bocah di Desa Sangkir.
“Iya benar, kita juga terlambat mendapatkan informasi, waktu itu anaknya diketahui hanyut pada Siang hari, namun orang tua korban baru melaporkan kepada kita pada sore hari, dikarenakan tidak memungkinkan dilakukan pencarian korban pada malam hari, makanya pencarian baru kita laksanakan pada Selasa pagi hingga sekarang, (16.00 WIB),” tambah Afrizal.
Dijelaskan Afrizal, akibat air sungai yang naik dan berwarna cokelat keruh, membuat tim pencarian kesulitan untuk menemukan mayat bocah malang tersebut.
“Iya, air sungainya naik dan keruh, jadi tim pencarian kesulitan mencari korban,” Tambahnya.
Diakui Afrizal, dalam pencarian bocah Reza, tim Basarnas Provinsi Riau turut ikut melakukan pencarian mayat bocah di lokasi kejadian.
“Biasanya itu baru dapat sekitar 3 hari, namun kita berharap semoga bocah tersebut segera ditemukan,” Sambung Afrizal.