Mengenal Monamak Kubuo dan Penobatan Gola Adat Luhak Kepenuhan

PASIRPENGARAIANSonik Bogele Godang Bolega, Patah Tumuh Ilang Boganti (kecil di gilirkan besar di gantikan , Patah Tumbuh Hilang Berganti, red) demikian tunjuk ajar dari pepatah Adat Luhak Kepenuhan Negeri beradat dalam hal Monamak Kubua (Meninggikan Tanah,red ) dan Pengangkatan atau Penobatan Gola (Gelar, red).
Secara Adat Luhak Kepenuhan, hal ini termasuk hukum adat atau ketentuan adat yang pertama dari Hukum yang Empat yakni Adat Sedio Lamo (Adat asal Muasal yang tidak boleh dirubah, red ) Sedangkan yang mengangkat Gelar ini adalah mamak Mantao Lelo (induk suku, red) yang secara khusus ditugaskan Oleh Lembaga Kerapatan Adat Luhak Kepenuhan untuk menyampaikan atau mengucapkan sumpah menurut adat Luhak Kepenuhan.
Demikian yang disampai oleh Zulkifli Mansur Mamak Mangkutu Kayo induk suku Tanjung Padang Ilie Suku Melayu Luhak Kepenuhan.
Tepat pada Ahad, 26 Jumadil Awal 1442 H / 10 Januari 2021 lalu, ada dua agenda yang di laksanakan secara Adat Luhak Kepenuhan yaitu Monamak Kubua (Meninggikan Tanah,red) alm H. Baharudin Mamak Ajo Stindo induk Kopalo Padang suku Melayu bertempat di pemakaman Umum Masjid At- Taqwa Kota Tengah dan Pengangkatan Gola (Gelar,red) Adat bertempat di rumah alm H. Baharudin Mamak Ajo Stindo.
Dalam kesempatan tersebut, awak media Riausmart.com juga diberikan kesempatan untuk meliput agenda perapatan adat yang terdapat di Kabupaten Rokan Hulu tetsebut.
Tampak hadir dalam kedua agenda kegiatan itu, kerapatan adat Luhak Kepenuhan dari Pucuk Suku, Tungkek Suku, induk dan mato Buah Poik (deretan gelar secara adat,red) se Luhak Kepenuhan umumnya, serta tokoh, masyarakat serta anak Komonakan (gelar bagi yang lebih dikecilkan, red).
Adapun yang di lantik atau dinobatkan pada waktu itu yakni Abdullah Yazid Mamak (Bapak,red) Ajo Stindo menggantikan Alm H. Baharudin dan Mato Buah Poik induk Kopalo Padang (gelar pemangku adat,red) Suku Melayu yakni Syamsul Bahri Mamak Montiko Dubalang ( Patah Tumbuh Hilang Berganti, red).
Ismail Dt Podano Montoi, (Gelar yang diberikan dari Lembaga Kerapatan Adat Luhak Kepenuhan,red ) Mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada mamak, Anak Komonakan dan induk Kopalo Padang Suku Melayu Luhak Kepenuhan Serta semua pihak Atas suksesnya penyelenggaraan dua agenda adat tersebut.
“Sesuai dengan azam lazim (kebiasaan,red) adat Luhak Kepenuhan serta selamat bertugas mamak Ajo Stinda dan mamak Montiko Dubalang sesuai dengan amanah Adat,” ungkapnya, Minggu (10/01/2021)
“Bokepak Leba, Boumai Panyang dan Golap Bosuluh Ujan Botudong (berkepak Lebar Berumbai Panjang, Gelap berlindung Hujan Bertudung,red) . Syukur Alhamdulillah bahwa di Luhak Kepenuhan Negeri beradat ini, budaya dan tradisi ini terus hidup dari masa dan generasi ke generasi sesuai dengan petuah adat dan kebiasaan masyarakat yang selalu di junjung tinggi dan dilestarikan, semoga dapat di pogang Pakai (Pedoman,red) masa sekarang dan akan datang bahwa Hidup di kandung Adat dan Mati di Kandung Tanah. Adat Bersendikan Syara’, Syara’ Bersendikan Kitabullah,” tukas Ismail.