Petani Teluk Aur Klaim Land Application PT KSM Tingkatkan Produktivitas Sawit

PASIRPENGARAIAN – Di tengah munculnya aksi penolakan terhadap penerapan Land Application PT Karya Samo Mas (KSM), sejumlah petani di Desa Teluk Aur, Kecamatan Rambah Samo, justru menyampaikan pengalaman berbeda. Mereka menilai program pemanfaatan limbah cair perusahaan tersebut memberikan manfaat terhadap kondisi dan produktivitas kebun kelapa sawit masyarakat.
Salah seorang petani, Sabaruddin, Selasa (18/08) mengaku merasakan langsung perubahan pada lahan sawit miliknya setelah mendapatkan aliran Land Application. Menurutnya, kondisi tanah menjadi lebih subur dan produksi Tandan Buah Segar (TBS) mengalami peningkatan hingga sekitar 50 persen dalam satu periode panen.
“Alhamdulillah, lahan saya menjadi lebih subur. Buah sawit lebih banyak dan ukurannya juga besar. Land application sangat bermanfaat bagi perkebunan masyarakat karena dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alternatif,” ujar Sabaruddin, Senin (17/8/2026).
Ia menambahkan, pemanfaatan limbah cair tersebut juga membantu petani mengurangi pengeluaran untuk pembelian pupuk. Dengan demikian, biaya perawatan kebun dapat ditekan tanpa mengurangi produktivitas tanaman.
Hal serupa disampaikan Hardinal, warga Desa Rambah Samo yang turut memanfaatkan limbah cair sebagai pupuk alternatif untuk perkebunan sawitnya. Ia menyebut cukup banyak petani di sekitar wilayah tersebut merasakan manfaat serupa, khususnya dalam menghemat biaya pemupukan.
Selain manfaat dari Land Application, keberadaan pabrik kelapa sawit PT KSM juga dinilai memberikan kemudahan bagi petani dalam menjual hasil panen. Petani tidak perlu mengangkut TBS ke pabrik yang lokasinya jauh sehingga biaya operasional dan transportasi dapat ditekan.
Hardinal pun menyayangkan adanya keinginan dari pihak tertentu untuk menghentikan program Land Application. Menurutnya, program tersebut justru memberikan manfaat bagi masyarakat yang memiliki perkebunan sawit di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Pandangan serupa disampaikan tokoh pemuda Desa Teluk Aur, Sudirman. Ia menilai keberadaan PT KSM selama ini turut memberikan kontribusi bagi masyarakat setempat, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun berbagai bentuk bantuan sosial.
Sudirman menegaskan, aksi penolakan yang terjadi tidak dapat dianggap sebagai representasi seluruh masyarakat Desa Teluk Aur. Ia menyebut masih banyak warga yang menilai keberadaan perusahaan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Apa yang disampaikan para pendemo tidak mewakili seluruh masyarakat. Kami tidak ikut dalam aksi tersebut,” tegasnya.
Ia juga menyoroti keberadaan sejumlah peserta aksi yang menurut pengamatannya bukan merupakan warga Desa Teluk Aur. Jika pun terdapat warga setempat yang mengikuti aksi, jumlahnya disebut hanya sebagian kecil.
“Yang perlu dipahami, peserta aksi itu bukan keseluruhan masyarakat Desa Teluk Aur. Dari pantauan saya, sebagian besar bukan warga Desa Teluk Aur. Kalau pun ada, mungkin hanya beberapa orang,” ungkap Sudirman.
Menurutnya, kontribusi perusahaan selama ini cukup dirasakan masyarakat, terutama dalam aspek ekonomi, lapangan pekerjaan, serta dukungan terhadap pemuda dan kegiatan sosial di Kecamatan Rambah Samo, khususnya Desa Teluk Aur.