PASIRPENGARAIAN – Sudah jatuh tertimpa tangga pula, itulah pepatah yang tepat di terima oleh keluarga Romai, warga Desa Muara Musu Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang tengah sakit parah dan tertimpa musibah rumah terbakar.
Diketahui, saat ini Romai tengah mengidap sakit parah dan tidak dapat bergerak banyak.
Diceritakan saksi mata mengatakan , saat itu Minggu (21/02) sekira pukul 17.30 WIB, dia sedang berada di rumah bersama anak dan cucunya.
Tiba-tiba terlihat kobaran api dari rumah Romai, sehingga mereka bergegas keluar rumah dan menghubungi keluarga terdekat.
Dalam hitungan menit, api terus membesar sehingga merambat ke seluruh atap rumah.
Atas kejadian itu, 3 mobil Pemadam kebakaran (Damkar) turun dan berhasil menjinakkan api, namun sayangnya tak ada yang dapat diselamatkan.
“Tidak sempat menyelamatkan apa-apa selain dari apa yang terpakai di badan,” jelas saksi, Senin (22/02).
Diduga kebakaran berasal dari arus listrik pendek dari atap rumah.
Sementara itu, ketua Ikatan Mahasiswa Muara Musu, (IMMUS), Muhammad Alfarozy menyayangkan atas keterlambatan Mobil Damkar.
“Dikarenakan jarak yang jauh, sehingga mobil damkar terlambat datang sedangkan rumah sudah habis terbakar” jelas Alfarozy.
Alfarozy berharap, Pemkab Rohul dapat menyediakan mobil damkar yang di pusatkan di Kecamatan, sehingga apabila terjadi kebakaran, dapat sampai ke lokasi dengan cepat.
Dalam peristiwa kebakaran kali ini, diperkirakan Romai mengalami kerugian hingga Rp. 350 juta.