PEKANBARU – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Program Studi Magister Ilmu Pertanian Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak) melaksanakan edukasi dan pelatihan pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos di SD Santa Maria Pekanbaru. Kegiatan ini memanfaatkan limbah pasar dan serasah daun sebagai bahan utama pupuk organik yang ramah lingkungan dan bernilai guna.
Kegiatan dipimpin oleh Dr. Indra Purnama, M.Sc., Dr. Ir. Yuliana Susanti, S.P., M.Si., dan Fawzia Novianti, Ph.D. bersama tim dosen dan mahasiswa Pascasarjana Unilak. Program ini bertujuan meningkatkan literasi lingkungan serta keterampilan warga sekolah dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik, dampak limbah terhadap lingkungan, serta manfaat kompos bagi penghijauan sekolah. Guru dan siswa juga mengikuti praktik langsung pembuatan pupuk organik menggunakan limbah pasar dan serasah daun yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan penggunaan komposter sederhana sebagai teknologi tepat guna yang dapat diterapkan di sekolah.
Dr. Yuliana Susanti menjelaskan bahwa limbah organik rumah tangga maupun pasar selama ini masih banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, limbah tersebut memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pupuk organik yang dapat mendukung kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi volume sampah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada siswa dan guru bahwa limbah organik bukan hanya sampah, tetapi juga memiliki nilai manfaat jika dikelola dengan baik. Edukasi seperti ini penting untuk membangun budaya peduli lingkungan sejak dini,” ujarnya.
Selain pelatihan, tim PkM juga melakukan pendampingan pengelolaan kompos, penyusunan panduan sederhana pembuatan pupuk organik, serta pembentukan tim kecil pengelola kompos sekolah agar program dapat berjalan secara berkelanjutan. Program ini juga akan disertai proses monitoring dan evaluasi hasil kompos yang direncanakan berlangsung hingga Agustus 2026.
Kegiatan ini turut mendukung program Pemerintah Kota Pekanbaru dalam pengurangan dan pengelolaan sampah berbasis lingkungan serta penguatan budaya sekolah hijau. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan lingkungan sekolah menjadi lebih bersih, sehat, dan edukatif melalui pemanfaatan limbah organik sebagai pupuk kompos untuk tanaman sekolah.
Pihak SD Santa Maria Pekanbaru, Ibu Yeanna Amimi, S.Pd., selaku kepala sekolah, menyambut positif kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa dan guru dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.