Seniman Riau, Samson Rambah Pasir Diberi Gelar Datuk Paduko Sadewo

PASIRPENGARAIAN – Sebanyak 19 orang yang terdiri dari Seniman, Budayawan, Parlemen dan Tokoh Masyarakat mendapat penghargaan berupa Penabalan Gelar Adat dari LKA Luhak Rambah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

 

Pemberian gelar kehormatan adat kepada anak-kemenakan sekaligus pucuk Suku dan Datu Adat Luhak Rambah dilakukan di Gedung LAMR Rokan Hulu, Komplek Pemda Pasir Pengaraian.

 

Penabalan Gelar Kehormatan adat diberikan oleh LKA Luhak Rambah kepada para tokoh yang dianggap telah peduli dan senantiasa menjaga kelestarian adat-istiadat budaya Melayu Luhak Rambah, Rokan Hulu.

 

Selain itu, penabalan ini juga diberikan kepada anak kemenakan yang dianggap telah berprestasi serta berjasa untuk mengembangkan dan memotivasi kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap Adat-istiadat di Luhak Rambah.

 

Dalam kesempatan itu, salah seorang Seniman dan Sastrawan terkenal Rohul, Samson Rambah Pasir juga mendapat penghargaan penabalan dengan gelar Datuk Paduko Sadewo.

 

Ditabalkan oleh Raja Luhak Rambah yang diwakili oleh Sutan Mahmud T. Ramses Marcos, penalaban gelar terhadap Samson Rambah Pasir dan 18 orang lainnya disaksikan langsung oleh Datuk Bendaro Luhak Rambah Marjeni Yahya, SE, MM, Para Pucuk Suku serta Datuk Adat se-luhak Rambah.

 

Dalam wawancara dengan awak media, Samson Rambah Pasir mengaku sangat berterima kasih yang tak terhingga kepada LKA Luhak Rambah, Panitia Kegiatan serta pemangku Adat Luhak Rambah.
“Ini merupakan bukti bahwa Adat-istiadat dan budaya Melayu masih menjadi kebanggaan dan akan selalu menjadi Jaya di Negeri Seribu Suluk khususnya di Negeri Rambah,” Ungkapnya.
“Penabalan dan pelantikan para pucuk suku di Luhak Rambah ini menjadi tonggak sejarah kebangkitan Adat-istiadat dan Budaya Melayu di tanah Rambah tanah pemimpin, Negeri dimana banyak pemimpin hebat dilahirkan,” Tambah Samson yang juga sebagai penerima Anugerah Batam Madani 2021.
Sebagai informasi Samson Rambah Pasir yang merupakan budayawan penerima Anugerah Kenduri Seni Melayu 2015 dan Penerima Anugerah Kebudayaan dari Universitas Patani di Thailand tahun 2015 itu  merupakan Seniman dan Sastrawan yang bermastautin (Bertempat tinggal) di Kota Batam. Dia juga seorang penulis yang telah banyak menulis Buku-buku bertemakan Budaya Melayu, salah satu Mahakaryanya yakni Buku “Sejarah Melayu” sebagai penyunting dan ditulis bersama Mantan Walikota Batam H. Ahmad Dahlan, PhD.