Program Studi K3 Universitas Lancang Kuning Gelar Pelatihan Tanggap Darurat dan Evakuasi Bencana di SMKS Kesehatan Pro-Skill Indonesia

PEKANBARU – Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari Universitas Lancang Kuning melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Pelatihan Tanggap Darurat dan Evakuasi Bencana (School Safety Program) di SMKS Kesehatan Pro‑Skill Indonesia pada Selasa (10/3/2026).
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi keadaan darurat dan bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekolah.
Kegiatan diikuti oleh para guru, tenaga kependidikan, dan siswa yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar tanggap darurat, identifikasi potensi bahaya di lingkungan sekolah, serta prosedur evakuasi yang aman dan efektif ketika terjadi bencana seperti kebakaran maupun gempa bumi.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi evakuasi bencana yang melibatkan seluruh peserta. Simulasi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta tentang bagaimana cara menyelamatkan diri, mengikuti jalur evakuasi, serta berkumpul di titik aman ketika terjadi kondisi darurat.
Ketua tim pengabdian masyarakat, Santhy Syafriani, S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan sekolah.

“Sekolah merupakan tempat aktivitas belajar bagi banyak siswa setiap hari. Oleh karena itu, penting bagi seluruh warga sekolah untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi situasi darurat. Melalui pelatihan ini, kami berharap siswa dan guru dapat memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana sehingga dapat meminimalkan risiko korban,” ujarnya.
Sementara itu, anggota tim pengabdian, Muhammad Toyeb, S.T., M.T, menekankan bahwa praktik simulasi merupakan bagian penting dalam pelatihan kesiapsiagaan bencana.
“Simulasi menjadi sarana pembelajaran yang efektif karena peserta dapat langsung mempraktikkan prosedur evakuasi. Dengan latihan seperti ini, diharapkan warga sekolah tidak panik dan dapat bertindak cepat serta tepat saat menghadapi kondisi darurat,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh anggota tim lainnya, Irham Ansya, S.E., M.K.M. yang menilai bahwa program keselamatan sekolah perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Kegiatan School Safety Program ini merupakan upaya nyata dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan. Harapannya, setelah pelatihan ini pihak sekolah dapat terus mengembangkan prosedur tanggap darurat serta membangun budaya keselamatan bagi seluruh warga sekolah,” ungkapnya.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini karena dinilai memberikan manfaat yang besar dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan siswa maupun guru dalam menghadapi potensi bencana.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Program Studi K3 Universitas Lancang Kuning berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran dan penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan, sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, tanggap, dan siap menghadapi berbagai kondisi darurat.