“Berbagai regulasi sudah di terbitkan seperti Peraturan Bupati dan Surat Keputusan Bupati terkait penanggulangan Stunting, sejauh ini sudah disampaikan Ke 19 Lokus Stunting di desa-desa, sehingga konvergensi pencegahan stunting lebih terintegrasi,” jelasnya.
Muhammad Zaki mengungkapkan Atas usaha tersebut telah terjadi penurunan stunting yang signifikan dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2022 sebesar 36.9 Persen di Rokan Hulu.
Eks Kepala BAPPEDA Rohul itu juga menjelaskan, guna mempermudah intervensi dan program yang dilakukan Lebih tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu telah membuat suatu terobosan berupa aplikasi stunting dan aplikasi kemiskinan pada Tahun 2022 melalui Bappeda.
“Ada dua aplikasi yaitu E-STRONG dan E-BANGKIT, yang mana aplikasi ini tidak hanya dapat menampilkan data numerik secara long list tetapi juga data spasial berupa peta citra satelit yang memperlihatkan Di mana posisi rumah dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan titik koordinat dan juga foto rumah,” jelas Zaki.
Hal ini dipertegas oleh Kepala Bappeda Rohul Drs. Yusmar M.Si yang menjelaskan bahwa dua Aplikasi ini menolong kita untuk menganalisa dan mengolah data, sehingga memudahkan kita untuk menemukan dan mengkategorikan anak anak penderita stunting by name by address namun harus sesuai dengan Adminduknya.
“Kita berharap dalam menganalisis prevalensi stunting melalui aplikasi ini bisa terlaksana dengan baik dan untuk kedepannya hal ini bisa dikembangkan oleh Pemda bekerja sama dengan yayasan cipta dan Tanoto Foundation, karena Jika ini dapat terlaksana, kedepannya kita bisa bersama sama menurunkan angka stunting di Rokan Hulu,” harapnya.
Sementara itu, Perwakilan Yayasan Cipta dan Tanoto Foundation Nur Azizah menyampaikan lokakarya ini merupakan kegiatan pendampingan tahap kedua, dimana tahap pertama sudah dilakukan berupa dokumen SKPP yang sudah disahkan oleh Bupati Rokan Hulu pada tanggal 25 November 2022.
“Untuk tahap kedua kami ingin melihat implementasi dari dokumen SKPP terkait perubahan perilaku dan terkait delapan aksi konvergensi mengenai hal yang sudah terlaksana dan yang belum terlaksana serta mengidentifikasi kendala yang ditemui, Sehingga Yayasan Cipta akan memberikan support atas kegiatan yang belum terlaksana” terangnya.
kemudian Nur Azizah menambahkan agenda lain yang akan dilakukan yaitu Mengisi dan mengidentifikasi data tokoh kunci lokal yang ada di Rokan Hulu yang mempunyai potensi besar untuk membantu penurunan angka stunting di Kabupaten Rokan Hulu
“Nantinya Yayasan Cipta akan mendampingi mulai dari proses penyusunan kurikulum, modul dan pelatihan untuk peningkatan kapasitas tokoh kunci lokal yang nanti akan ditentukan oleh OPD masing-masing serta termasuk dalam SKTPPS,” pungkasnya mengakhiri.