PASIRPENGARAIAN – Bupati Rokan Hulu (Rohul), yang juga bergelar Datuk Setia Amanah Panglimo Pukaso, H Sukiman hadiri kegiatan adat Togak Tunggul Panji Adat Lima Luhak Kabupaten Rokan Hulu, Senin (30/12) pagi.
Kegiatan yang diselenggarakan di Halaman Gedung LAMR Rohul, Pasir Pengaraian tersebut, turut dihadiri oleh perwakilan MKA LAMR Riau, Najib Effendi, Ketua DPH LAMR Riau, Datuk Seri Taufiq Ikram Jamil, Bendahara Umum LAMR Riau, Datuk Anton Surya Admaja, Ketua Timbalan Umum MKA LAMR Rohul, Drs H Yusmar M.Si, Ketua DPH LAMR Rohul, Datuk Seri H Zulyadaini, Dandim 0313/KPR Letkol Inf Setiawan Hadi Nugroho SH.M.I.P, Kapolres Rokan Hulu, AKBP Budi Setiyono SIK.
Selain itu, juga hadir Forkopimda dan Kepala Dinas maupun Badan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu lainnya, Camat, Kades serta Raja-raja dari Lima Luhak yang ada di Negeri Seribu Suluk.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Rokan Hulu itu, tampak disambut hangat oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Rokan Hulu. Selanjutnya, dilakukan pemotongan hewan ternak, berupa kambing dan pengibaran bendera LAMR Rohul beserta bendera dari 5 Luhak lainnya.
Bupati Rokan Hulu, yang menyaksikan langsung prosesi Togak Tunggul Panji Adat mengaku sangat mengapresiasi Lembaga Adat Melayu Riau Rokan Hulu yang telah menyelenggarakan acara tersebut.
“Togak Tunggul Panji Adat bukanlah sekadar acara seremonial, melainkan merupakan acara sakral didalam adat karena merupakan perwujudan dari tekad masyarakat adat untuk menjaga, melestarikan, dan menegakkan nilai-nilai luhur adat khususnya pada budaya melayu yang menjadi identitas masyarakat Rokan Hulu,” sebut Bupati.
Diakui Bupati, suatu daerah atau negara akan dapat maju dan berkembang apabila mempunyai kepribadian sesuai dengan budayanya. Hal ini senada dengan penjelasan UU nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan menggariskan bahwa perlu langkah strategis berupa upaya pemajuan kebudayaan melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan guna mewujudkan masyarakat Indonesia sesuai dengan prinsip “Trisakti” yang disampaikan oleh Ir. Soekarno.
“Kegiatan ini diharapkan dapat dipegang dan dipakai oleh generasi sekarang maupun yang akan datang khususnya pada generasi muda ditengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini. Agar generasi muda ditengah pergaulannya mempunyai filter dalam menerima masuknya budaya dari luar,” tambah Bupati.
Di penghujung tahun 2024 sekaligus di penghujung masa tugasnya sebagai Bupati Rohul, H Sukiman mengaku bangga dapat menghidupkan salah satu tradisi adat dan budaya Kabupaten Rokan Hulu yang dibuktikan dengan momentum Togak Tunggul Panji Adat.
“Hidupnya adat istiadat dimasyarakat akan melahirkan nilai-nilai kebersamaan, kegotong royongan, keadilan dan kearifan lokal yang sangat diperlukan oleh Pemerintah dalam membangun daerah,” sebut Bupati.
Sementara itu, Ketua Timbalan Umum MKA LAMR Rohul, Drs H Yusmar M.Si mengatakan, bahwa kegiatan ini adalah kali pertama yang dilaksanakan setelah Kabupaten Rokan Hulu berusia 25 tahun pasca memekarkan diri sebagai Kabupaten baru dari Kabupaten Kampar.
“Ini juga sebagai tonggak sejarah yang Datuk Setia Amanah Pancangkan dalam rangka menghidupkan kelestarian adat budaya Melayu di Negeri Seribu Suluk,” jelas Yusmar.
Secara filosofis, kegiatan ini melambangkan peneguhan dan penegakan tonggak adat dan membangkitkan nilai-nilai adat dalam kehidupan bermasyarakat.
“Togak Tunggul Panji Adat merupakan simbol yang menjadi penguat dan pemandu serta kebanggaan adat dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya lagi.
Togak Tunggul Panji Adat ini juga menjadi simbol penghormatan kepada para leluhur yang telah mewariskan nilai-nilai budaya, sekaligus sebagai tanggung jawab bersama untuk menjaga warisan tersebut agar tetap hidup dan lestari dalam kehidupan saat ini dan masa yang akan datang, (Dan).