Unilak Goes to School: Fakultas Kehutanan dan Sains Edukasi Siswa tentang Reptil dan Konservasi Satwa Liar

PEKANBARU – Kesadaran akan konservasi satwa liar menjadi perhatian utama dalam era modern ini. Sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai ekosistem reptil dan pentingnya pelestarian satwa liar, Fakultas Kehutanan dan Sains Universitas Lancang Kuning (Unilak) mengadakan kegiatan Pengabdian Masyarakat bertajuk “Edukasi Reptil sebagai Bentuk Publik Awareness tentang Konservasi Satwa Liar” di SMA IT Fadhilah Pekanbaru.
Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Dodi Sukma R.A, S.Hut., M.Si. selaku Ketua Tim Pengabdian, bersama anggota tim Dr. Hadinoto, S.Hut., M.Si. dan Dr. Marta Dinata, S.Si., M.Si, Dimana tiga orang tersebut merupakan wakil dekan di Unilak. Acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa terkait keberagaman reptil, cara mengenali spesies berbisa dan tidak berbisa, serta langkah-langkah yang harus dilakukan jika berhadapan dengan satwa liar tersebut.
Dalam sesi edukasi, para siswa diajak untuk memahami bahwa reptil bukanlah makhluk yang harus ditakuti, melainkan bagian dari ekosistem yang memiliki peran penting dalam keseimbangan alam. Selain itu, mereka juga diberikan pemahaman mengenai cara menghadapi situasi ketika bertemu dengan ular di lingkungan sekitar, baik di rumah maupun di alam liar.

Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sesi interaktif dimana siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga berkesempatan untuk mengamati langsung beberapa spesies reptil yang diperkenalkan dalam acara ini. Sesi ini diharapkan dapat mengurangi rasa takut serta meningkatkan pemahaman siswa terhadap karakteristik reptil.
Salah satu momen yang paling menarik dalam acara ini adalah, atraksi penanganan ular oleh Tim Pengabdian Fakultas Kehutanan dan Sains Unilak. Tim Pengabdian tidak hanya menunjukkan teknik menangani ular dengan aman, tetapi juga memberikan wawasan mengenai cara membedakan ular berbisa dan tidak berbisa, serta langkah-langkah yang harus diambil jika bertemu dengan ular di alam liar.
Dalam sesi ini, siswa diajak untuk lebih mengenal berbagai jenis ular secara langsung. Tim Pengabdian juga memberikan edukasi mengenai cara menangani ular tanpa membahayakan diri sendiri maupun satwa tersebut, serta pentingnya menghormati ekosistem reptil sebagai bagian dari keseimbangan alam.

Sesi atraksi ini mendapat antusiasme tinggi dari siswa, yang berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan beberapa spesies ular di bawah pengawasan ketat tim ahli.
Selain itu, tim pengabdian juga menggunakan kuisioner sebelum dan setelah edukasi untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terkait materi yang diberikan. Kuisioner ini mencakup berbagai aspek, seperti pengenalan terhadap jenis-jenis reptile, cara membedakan ular berbisa dan tidak berbisa,
langkah pertolongan pertama saat tergigit ular berbisa dan cara menangkap dan menghindari ular dalam kondisi darurat.
Hasil dari kuisioner ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti sesi edukasi, yang membuktikan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan efektif dalam meningkatkan kesadaran mereka tentang konservasi satwa liar.
Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari pihak sekolah dan siswa. Kepala SMA IT Fadhilah menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Fakultas Kehutanan dan Sains Unilak dalam menyelenggarakan program edukatif ini.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menambah wawasan siswa mengenai reptil dan konservasi satwa liar. Harapannya, mereka dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.
Dengan keberhasilan program ini, Fakultas Kehutanan dan Sains Unilak berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa di berbagai sekolah guna menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Konservasi bukan hanya tugas ilmuwan atau aktivis, tetapi juga tanggung jawab setiap individu untuk menjaga keseimbangan ekosistem demi masa depan yang lebih baik