JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dalam sebuah pertemuan yang mendapat perhatian terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang dikenal dengan nama Whoosh.
Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Senin (3/11) sore. Pertemuan ini bersifat tertutup dan berlangsung sekitar dua jam, di mana Prabowo tidak membicarakan masalah Whoosh selama pertemuan tersebut. Dikutip dari CNN pada Rabu (5/11/2025).
Setelah pertemuan, Jonan mengklaim bahwa pertemuan dengan Prabowo tidak membahas isu terkait Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Saat ditanya tentang isu utang terkait proyek Whoosh, Jonan memilih tidak memberikan komentar. Ia menjelaskan bahwa karena sudah tidak menjabat sebagai Menteri Perhubungan, ia tidak memiliki kapasitas untuk mengomentari isu tersebut.
Jonan justru menyebut bahwa ia hadir sebagai warga negara biasa dan berdiskusi tentang program-program prioritas pemerintah saat ini, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Itu misalnya MBG, ada Kopdes Merah Putih, lalu Sekolah Rakyat, yang multiplier effect ekonominya menurut saya secara perlahan mungkin akan tumbuh. Memang kalau diminta sempurna dari awal, mungkin tidak mungkin,” kata Jonan.
Di sisi lain, Prabowo mengungkapkan bahwa pertemuan dengan Jonan memang membahas soal Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
“Ya, kita bicara, selalu,” kata Prabowo saat diwawancara dalam konferensi pers peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, pada hari Selasa (4/11).
Prabowo mengatakan bahwa ia mengundang Jonan ke Istana karena menganggap Jonan sebagai tokoh bangsa yang layak diundang untuk bertukar pandangan.
“Kita tukar-menukar pandangan. Beliau, saya kira, tokoh, tokoh bangsa. Jadi, saya senang selalu ketemu dan tukar-menukar pandangan dalam banyak hal,” katanya.
Pada saat pertemuan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), juga hadir di Istana.
Berbeda dengan Jonan, AHY mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut salah satunya membahas isu utang terkait proyek Whoosh. Namun, ia menyatakan bahwa pertemuannya dengan Prabowo berbeda sesi dengan Jonan.
Jonan, yang pernah memimpin proyek Whoosh saat menjabat Menteri Perhubungan 2014-2016, memang pernah meminta persyaratan khusus terkait standar keselamatan bagi penumpang.
Ia tidak terlalu peduli dengan nilai investasi yang ditawarkan oleh China maupun Jepang karena perbedaan harga antara kedua negara tersebut tidak mencerminkan tingkat jaminan keselamatan penumpang.
Jepang, misalnya, menawarkan nilai proyek sebesar US$6,2 miliar dan sudah melaksanakan studi kelayakan sejak tahun 2014.
Jepang juga berjanji akan membangun kereta berkecepatan 320 km per jam dalam lima tahun, yaitu antara tahun 2016 hingga 2021. Tulis (Mo).