PASIRPENGARAIAN – Dampak wabah virus Corona sangat dirasakan oleh banyak kalangan, tidak hanya diperkotaan, Covid 19 juga dirasakan oleh masyarakat di daerah pedesaan.
Salah satunya Baha (58), pria yang berprofesi sebagai tukang pijit dan bekam keliling ini mengaku sulit mendapatkan pelanggan di tengah wabah Corona virus.
Kepada awak media Riausmart.com, Baha mengaku belum mendapatkan satu pelangganpun dalam beberapa pekan terkahir.
” Beberapa Minggu ini tidak ada dapat pelanggan satupun, saya jadi bingung untuk membiayai kehidupan anak dan istri,” ungkap Baha memelas sambil menghela napas panjang. Minggu (26/04/2020)
Menggunakan Sepeda tua, Baha bersama anak bungsunya sering berkeliling kota Pasir Pengaraian untuk mencari pelanggan yang hendak dipijat atau dibekam.
Pengakuan Baha, Sebelum adanya wabah Corona, biasanya dia mendapat satu atau tiga pelanggan dalam satu pekan. Dari pelanggan, Baha memperoleh Rp.50.000 sampai Rp.150.000 perpekan. Namun, selama wabah Corona, Baha tidak mendapatkan satu pelangganpun.
” Dari adanya wabah Corona, tidak ada yang mau dipijat, sehingga sayapun tidak ada penghasilan selama beberapa Minggu terakhir,” tambah Baha.
Pria yang tinggal di jalan Tulang Gajah, Kecamatan Rambah, Rohul itu mengakui bingung untuk mendapatkan penghasilan ditengah wabah Corona, karena terdapat dua anak dan satu istri yang harus dibiayainya setiap hari.
” Keahlian saya cuma ini, sedangkan saya tidak ada keahlian lain,” lirihnya.
” Saya hanya berharap wabah Corona ini dapat segera pergi, sehingga orang-orang mau untuk dipijat atau dibekam kembali, dan sayapun dapat penghasilan,” kandasnya












