PASIRPENGARAIAN – Dr. Ummi Rasyidah, M.Pd, yang berprofesi sebagai seorang dosen Magister mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak Universitas Pasir Pengaraian (UPP) yang diduga meminta uang sebesar Rp 200 Juta.
Adapun permintaan uang sebesar Rp 200 juta tersebut telah tertuang di dalam surat dengan nomor 787/UPP/AK VI/2025 dari pihak Yayasan Pembangunan Rokan Hulu Universitas Pasir Pengaraian dan ditandatangani oleh Rektor Universitas Pasir Pengaraian, Dr Hardianto.
Kepada awak media Riausmart.com, Sabtu (13/12), Dr Ummi mengatakan bahwa semua ini bermula atas lolosnya wanita berparas lemah lembut itu sebagai Aparat Sipil Negera (ASN) Dosen di salah satu Universitas Negeri di Provinsi Riau, Pekanbaru.
“Orang tua saya kan sudah tua, jadi beliau meminta saya untuk dapat mencari kerja yang lebih dekat, dan Alhamdulillahnya, atas Ridho Allah, saya lulus PNS sebagai Dosen Pascasarjana di salah satu Universitas Negeri di Riau,” sebutnya.
Namun, setelah ditetapkan sebagai PNS, Dr Ummi mengaku dimintai uang oleh pihak Kampus UPP sebesar Rp 200 juta dengan alibi sesuai dengan kondisi dan kebiasaan yang sudah berjalan selama ini di Yayasan Pembangunan Rokan Hulu Universitas Pasir Pengaraian.
“Saya sangat menyayangkan karena menurut saya alasan ini tidak mendasar,” sebutnya.
Dr Ummi mengaku telah mencoba melakukan berbagai cara untuk membahas terkait kejelasan uang yang dimintai oleh pihak Yayasan terhadapnya.
“Oleh karena itu, saya telah berkonsultasi dengan penasehat hukum dan akan melakukan gugatan hukum serta akan membuat laporan kronologis lengkap kepada menteri ristek dikti, LL2DIKTI 17, komisi X DPR RI, Komnas HAM atas tindakan dugaan pemerasan yang telah dilakukan oleh Yayasan Pembangunan Rokan Hulu, rektorat UPP untuk memperjuangkan nasib dan masa depan saya sebagai dosen yang teraniaya,” ungkapnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh awak media, Rektor Universitas Pasir Pengaraian, Hardianto mengaku tidak mengetahui atas surat yang yang telah dilayangkan ke pihak Dr Ummi Rasyidah.
“Belum saya dapat informasi,” jawabnya ringkas dan mengakhiri telepon.