Dinas Perkebunan Provinsi Riau Tetapkan Kenaikan Harga Kelapa Sawit Hingga Rp3.515 per Kg

PEKANBARU – Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama tim menggelar pertemuan untuk menetapkan harga kelapa sawit bagi mitra plasma periode10-16 Desember 2025.  Penetapan menggunakan tabel rendemen harga terbaru hasil dari penelitian PPKS Medan yang disepakati oleh tim. Dikutip dari Riaupos.com pada Kamis (11/12/2025).
Kepala Bidang Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja menyampaikan bahwa harga tertinggi tercatat pada kelompok umur 9 tahun sebesar Rp55,13/kg, yang merupakan peningkatan sebesar 1,59 persen dari harga pada periode sebelumnya. Dengan demikian, harga pembelian TBS dari petani meningkat menjadi Rp3.515,90/kg dan berlaku untuk satu minggu kedepan.
“Dalam hal harga cangkang, berlaku untuk satu bulan ke depan dengan tarif sebesar Rp20,31/kg. Pada periode ini, indeks K yang digunakan adalah indeks K untuk satu bulan mendatang yaitu 93,37 persen. Harga jual CPO minggu ini meningkat sebesar Rp283,72, sementara harga kernel menurun sebesar Rp85,06 dibandingkan minggu lalu,” jelasnya.
Terdapat sejumlah PKS yang tidak melaksanakan penjualan. Berdasarkan Permentan nomor 01 tahun 2018 pasal 8, harga CPO dan kernel yang diterapkan adalah harga rata-rata dari tim. Jika terkena validasi 2, maka yang digunakan adalah harga rata-rata KPBN. Rata-rata harga CPO KPBN untuk periode ini adalah Rp14. 346,00, sementara harga kernel KPBN adalah Rp11. 069,00.
“Seperti yang kita ketahui, bahwa harga TBS yang ditentukan oleh tim untuk mitra plasma telah mengalami peningkatan. Peningkatan harga minggu ini lebih disebabkan oleh naiknya harga CPO,” tambahnya.
penetapan harga TBS Provinsi Riau Dinas Perkebunan Provinsi Riau ditetapkan dengan regulasi  yang adil bagi pihak bersangkutan.
“Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh stakeholder yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” tutupnya kembali. Tulis (Mo).