RIAUSMART.COM – Biro Penyidikan Federal (FBI) di Amerika Serikat berhasil menangkap individu yang terlibat dalam penembakan Charlie Kirk, seorang aktivis politik kanan yang juga merupakan pendukung Presiden Donald Trump. Kirk kehilangan nyawanya setelah ditembak saat berbicara dalam sebuah acara di Universitas Utah Valley. Saat kejadian, dia dan hadirin sedang mendiskusikan insiden penembakan massal yang terjadi di AS selama satu dekade terakhir. Kirk adalah pendukung kebijakan kepemilikan senjata oleh masyarakat sipil. Dikutip dari CNN pada Sabtu (13/9/2025).
Sebelum berhasil mengidentifikasi pelaku, FBI dan pihak berwenang AS merilis rekaman video yang diambil setelah penembakan. Di dalam video tersebut, pelaku terlihat berada di atas gedung, kemudian menuruni bangunan, dan berlari menuju area hutan.
Pada waktu itu, informasi terkumpul mengenai kaus hitam yang dipakai pelaku, sepatu converse yang digunakannya, serta jejak tangan saat dia menuruni gedung.
Berikut adalah informasi terbaru mengenai penembakan yang melibatkan loyalis Trump, Charlie Kirk
Identitas pelaku FBI mengonfirmasi bahwa individu yang membunuh Kirk adalah Tyler Robinson, seorang pria berusia 22 tahun yang tinggal di Utah.
Robinson dikenal sebagai mahasiswa berprestasi dan menerima beasiswa selama empat tahun untuk belajar di Utah State University. Namun, dia hanya menyelesaikan satu semester dan tidak pernah kembali ke perkuliahan.
Ditangkap 33 jam setelah insiden Direktur FBI Kash Patel menyatakan bahwa penangkapan Robinson berlangsung dalam waktu kurang dari 36 jam atau sekitar satu setengah hari. Robinson ditangkap sekitar pukul 22.00 waktu setempat.
“Dalam waktu kurang dari 36 jam, tepatnya 33 jam, berkat dukungan penuh pemerintah federal dan arahan dari para mitra di Utah dan Gubernur , Utah Spencer, Cox, pelaku ditangkap dalam periode waktu yang bersejarah,” ujar Patel pada hari Jumat (12/9).
Golput dalam dua pemilu berdasarkan catatan pendaftaran pemilih, tidak ada nama Tyler Robinson yang muncul dalam dua kontes politik di AS.
Robinson juga tidak terkait dengan partai politik manapun. Namun, salah satu anggota keluarga menginformasikan kepada penyidik bahwa dia telah menjadi lebih tertarik pada politik dalam beberapa tahun terakhir.
Ayah sempat mendesak Robinson untuk menyerahkan diri Sumber yang mengetahui proses penyelidikan ini mengungkapkan bahwa ayah Robinson pernah meminta putranya untuk menyerahkan diri.
Sebelum meminta itu terjadi, sang ayah meyakini bahwa foto dan video yang dirilis oleh pihak berwenang menunjukkan anaknya. Dia pun kemudian mengonfirmasi hal tersebut kepada Robinson.
“Tyler, apakah ini kamu. Ini mirip kamu,” ujar sumber tersebut sambil menirukan ucapan ayah Robinson.
Namun, Robinson menolak untuk mengikuti permintaan ayahnya. Menurut sumber, dia menyatakan, “Saya lebih memilih mati daripada menyerahkan diri. “
Dikatakan pernah mendukung Trump
Menurut informasi dari CNN, salah satu mantan teman sekelas Robinson mengungkapkan bahwa Robinson beberapa tahun yang lalu memiliki pandangan politik konservatif, dan mendukung Trump menjelang Pemilu 2020.
“Ketika saya mengenal dia dan keluarganya, mereka seperti Trump fanatik,” ungkap mantan teman sekelas. “Ketika ini terjadi, saya seperti… entah apa yang berubah.” Tulis (Mo).