Hadiri MUSRENBANG Rohul, Rektor UPP : Jangan Buat PERENCANAAN Jauh Panggang Dari Api

PASIRRPENGARAIAN – Secara normatif Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD adalah forum musyawarah antar pemangku kepentingan untuk membahas dan menyepakati langkah-langkah penanganan program kegiatan prioritas yang tercantum dalam daftar usulan rencana kegiatan pembangunan Desa / Kelurahan dan seterusnya yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan.

Sesuai tujuan akhir dari Musrenbang Rohul tahun 2021 yang dilaksanakan pada Rabu (18/03/2020) di Hall Masjid Islamic Centre Rohul dengan tema, Mewujudkan Peningkatan Ekonomi Inklusif yang terintegrasi dan Berkelanjutan Dengan Peningkatan Daya saing SDM Rohul yang Unggul.

Menurut Rektor Universitas Pasir Pengaraian (UPP), Dr Adolf Bastian M.Pd, tema tersebut dinilai klasik, hanya untuk pemanis buah bibir dan ditayangkan pada backdrop panggung acara, tanpa keinginan serius untuk mengimplementasikannya sesuai harapan masyarakat.

Tanggapan Adolf terhadap Pemda Rohul, saat ini, penguasa tetap lebih tertarik menghamburkan uang rakyat pada proyek-proyek fisik yang lebih menguntungkan secara politik, keuangan bagi individu dan kelompok dari pada kegiatan yang benar-benar  langsung menyentuh kegiatan peningkatan kualitas SDM di Rohul.

” Sebagai contoh nyata, dua tahun terakhir, alokasi anggaran Pemda untuk pendidikan, pelatihan dan pengembangan karir serta kesejahteraan guru terutama guru honor komite pendidik dan tenaga kependidikan nol besar alias tidak dianggarkan,” jelas Adolf

” Belum lagi angka putus sekolah disetiap jenjang pendidikan semakin meningkat karena Pemda belum hadir ditengah persoalan anak putus sekolah dan gizi buruk. Jadi, sangat mudah menyimpulkan  mutu SDM Rohul 3 tahun terakhir masuk peringkat 3 besar terendah, dari capaian kualitas SDM kabupaten kota di provinsi Riau,” Lanjutnya.

Menurut Adolf selaku Rektor UPP sekaligus Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Rohul, prioritas lain yang seharusnya dilaksanakan Pemda adalah kegiatan pembinaan dan pemberdayaan generasi muda Rohul agar mereka jangan hanya menjadi penonton di kampung sendiri tapi juga menjadi lokomotif pelaku dan perubahan itu sendiri.

” Kondisi saat ini, jumlah pengusaha muda dari pemuda Rohul semakin langka orang dan jumlahnya, karena belum pernah dibina kompetensinya dan juga belum diberi kepercayaan mengerjakan proyek-proyek di Pemda. Mereka tersingkirkan dan termarjinalkan oleh sistem dan kepentingan penguasa dan pengusaha besar,” Imbuhnya

Harapan Rektor UPP, Pemda Rohul harus melakukan perencanaan yang didasarkan pada kepentingan orang banyak, yang tentu dapat memajukan Kabupaten Rokan Hulu dimasa mendatang ditengah terpuruknya perekonomian Indonesia saat ini. Perkiraan 3 sd 4 % pertumbuhan ekonomi tahun ini, wabah corona yang menghadang akan berpengaruh terjadap jumlah penerimaan pemda, sehingga satu ruapiahpun uang rakyat wajib dialokasikan tepat sasaran dan akuntabel.

” Jangan membuat perencaan yang jauh panggang dari api,” Tutup Adolf.