PASIRPENGARAIAN – Guna memberikan literasi dan edukasi bagi masyarakat terkait strategi pengelolaan keuangan haji serta Sosialisasi BPIH tahun 2022, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melaksanakan sosialisasi bertajuk “Strategi Pengelolaan dan Pengawasan Keuangan Haji dan Sosialisasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1443 H”.
Acara Sosialisasi digelar di Sapadia Hotel Rokan Hulu pada hari Sabtu (09/04) itu dihadiri oleh narasumber Anggota Komisi VIII DPR RI Dr. H. Achmad, M.Si., Anggota Dewan Pengawas BPKH Akhyar Adnan, dan dimoderatori oleh Sekretaris Dewan Pengawas BPKH Zulhendra.
Selain itu, agenda ini juga dihadiri oleh Ketua MUI Rokan Hulu H. Alaiddin Athory Aidarus Lc, Rektor Universitas Pasir Pengaraian (UPP) Dr. Hardianto, S.Pd. M.Pd, serta tokoh masyarakat, dan penggiat travel haji dan umrah daerah Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.

Dalam pembukaan acara, Anggota DPR RI Komisi VIII, Dr. H. Achmad, M.Si mengatakan “Kami Komisi VIII DPR RI segera akan melakukan rapat pada forum panitia kerja secara khusus dengan Kemenag khususnya ditjen Penyelenggaraan Ibadah Haji & Umrah (PHU) dan seluruh lini dalam mensukseskan keberangkatan untuk membahas lebih rinci mengenai masukan atas komponen biaya penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1443 H /2022 M”.
“Sesuai dengan hasil rapat kordinasi yang telah kita lakukan kemarin dan hasilnya sedang kami kaji, dari kuota yang telah ditentukan oleh Kerajaan Arab Saudi, terdapat 3 skenario keberangkatan jamaah Haji dari Indonesia, pertama 50 persen, kedua 30 persen dan ketiga 15 persen
Dijelaskan mantan Bupati Rokan Hulu dua periode itu bahwa, Kloter pertama diberangkatkan pada 16 Juni 2022 dan tentu tetap sebelum keputusan resmi keluar.
Pria kelahiran asal Pasir Pengaraian itu mengaku akan terus berupaya sehingga jamaah Haji asal Indonesia dapat diberangkatkan 100 persen di tahun 2022 ini.












