Purbaya Tanggapi Soal Pegawai Bea Cukai di Starbucks

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa mereka akan membuat kehidupan pegawai Ditjen Bea Cukai menjadi sulit setelah laporan yang menyatakan mereka bersantai di Starbucks. Dikutip dari CNN pada Sabtu (18/10/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Purbaya saat ia membacakan pesan WhatsApp dari laporan yang diterima melalui “Lapor Pak Purbaya” pada hari Jumat, 17 Oktober.
Dalam dua hari terakhir, terdapat 15.933 laporan yang masuk ke dalam nomor pengaduan itu, termasuk di antaranya petugas Bea Cukai yang terjaring saat berkumpul di Starbucks.
“Mereka meeting dengan banyak orang lain, sesama petugas Bea Cukai. Mereka membicarakan setiap hari bisnis, mengamankan aset bagaimana,” ungkap Purbaya.
Dia menambahkan bahwa mungkin mereka berpikir ini hanya permainan, tetapi sebenarnya sudah ada tindakan tegas yang diambil terhadap pegawai di Kementerian Keuangan.
“Saya akan pecat, saya persulit hidupnya. Kalau ada yang ketemu kayak gini lagi, gue akan pecat,” tegas Purbaya.
Peringatan ini, lanjutnya, tidak hanya untuk pegawai Bea Cukai, tetapi juga untuk semua pegawai di Direktorat Jenderal Pajak. Purbaya mengakui bahwa dia sering mendapatkan laporan positif dari bawahannya, tetapi kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya.
Oleh karena itu, Purbaya dengan sengaja menyediakan layanan aduan masyarakat melalui nomor WhatsApp 0822 4040 6600. Ia menegaskan bahwa tidak ada pegawai Bea Cukai atau Pajak yang dapat mengakses isi laporan dari “Lapor Pak Purbaya,” sehingga dijamin tidak ada kebocoran informasi. Tulis (Mo).