Purbaya Diminta Menginvestasikan Dana Rp 50 T ke INA oleh Luhut

JAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk menginvestasikan dana sebesar Rp50 triliun ke Indonesia Investment Authority (INA).
Luhut percaya bahwa INA dapat beroperasi seiring dengan Danantara. Danantara bertugas mengelola dividen dari BUMN dan berinvestasi secara mandiri, sementara INA diharapkan menerima suntikan modal negara setiap tahunnya. Dikutip dari CNN pada Jum’at (17/10/2025).
“Ada satu yang saya mau bicara sama Menteri Keuangan (Purbaya), tapi saya kira beliau sudah tahu, itu adalah INA. INA ini adalah sovereign wealth fund kita,” ujarnya di acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Optimisme Pertumbuhan Ekonomi 8% di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (16/10).
“Kalau kita tarik investasi Rp50 triliun ke situ (INA) tiap tahun dari dana yang masih sisa di Bank Indonesia (BI) Rp491 triliun, yang Rp200 triliun sudah ditaruh ke perbankan, itu kalau kita leverage bisa Rp1.000 triliun dalam lima tahun ke depan. Itu angka yang sangat besar,” tambah Luhut.
Pemerintah Indonesia sebenarnya memiliki saldo anggaran lebih (SAL) yang selama ini terparkir di bank sentral. Uang ini mulai dialokasikan oleh Purbaya setelah ia dilantik sebagai menteri keuangan pada Senin (8/9).
Prioritas pertama Purbaya adalah lima bank BUMN. Ia berharap penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun dapat mempercepat pertumbuhan kredit dan menggerakkan perekonomian.
Luhut mendukung pendekatan Purbaya dalam menyalurkan dana baru ke sektor riil. Ia juga mencatat bahwa M0 atau uang dasar saat ini memang kurang.
“Saya lihat Menteri Keuangan yang baru (Purbaya), dia mendorong betul mazhab-nya dia ini untuk mengguyur market dengan dia taruh Rp200 triliun di perbankan. Itu saya kira langkah yang sangat bagus,” jelas Luhut.
“Injeksi pemerintah Rp200 triliun yang diberikan Menteri Keuangan (Purbaya) ini sudah mulai kita lihat menunjukkan hasil. Tentu butuh waktu. Kita ini kadang-kadang seperti makan cabai, begitu digigit, pedas. Ya enggak lah, kan butuh waktu, itu suatu proses,” tuturnya.
Di sisi lain, Luhut menekankan pentingnya memasukkan uang SAL ke INA. Ia berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih cepat, terutama dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Jadi, kita akan punya dua engine of growth yang menurut saya luar biasa. Satu, INA. Satu lagi Danantara,” tegas Luhut. Tulis (Mo).