JAKARTA – Pengamat politik terkemuka Rocky Gerung kembali membuat pernyataan yang memicu polemik di arena politik Indonesia.
Dalam sebuah forum terbuka dengan akademisi politik Hendri Satrio, Rocky blak-blakan menilai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai “liabilitas politik” bagi pemerintahan baru Prabowo Subianto yang baru saja diambil alih. Menurut Rocky, kehadiran Gibran tidak memberikan tambahan nilai strategis bagi pemerintah, justru menambah beban secara moral, intelektual, dan politik.
“Gibran itu bukan simbol masa depan. Ia justru menjadi anomali dalam narasi kemajuan yang dijanjikan Prabowo,” ucap Rocky dengan nada yang tegas.
“Keberadaannya membatalkan potensi percepatan kesejahteraan karena publik meragukan kapasitas dan politiknya.” Dikutip dari Riau24.com pada Jum’at (18/7/202).
Rocky juga menekankan bahwa Gibran kurang memiliki pengalaman serta pemahaman tentang dinamika yang ada di tingkat nasional. Ia menganjurkan agar Gibran mengistirahatkan diri dari politik dan belajar langsung dari pendidikan sosial di daerah yang tertinggal, seperti Papua.
“Bila memang serius berpolitik, Gibran harus mulai dari bawah. Belajar tentang kebijakan publik, memahami politik global, dan menyerap kearifan lokal. Papua bisa jadi tempat pendidikan politik terbaik untuknya saat ini,” sebutnya.
Tidak hanya berkaitan dengan politik, Rocky juga melontarkan kritik tajam terhadap narasi ekonomi yang dilansir pemerintah. Ia menyebut slogan “fundamental ekonomi kuat” sebagai retorika yang tidak sejalan dengan kondisi yang dialami masyarakat kecil.
“Indikator yang paling akurat adalah kehidupan sehari-hari masyarakat. Jika piring tidak digunakan karena tidak ada yang dimasak, itu merupakan bukti konkret bahwa konsumsi menurun. Kita berbicara soal kebutuhan perut, bukan sekadar presentasi PowerPoint,” ejeknya.
Rocky kemudian juga mengkritik argumen tentang bonus demografi, yang dinilainya hanya merupakan harapan kosong jika tidak diimbangi dengan investasi yang signifikan dalam hal kualitas sumber daya manusia.
“Tanpa SDM yang berkualitas, apa yang kita hadapi bukan bonus, tetapi malah beban demografi. Generasi muda yang tidak memiliki pekerjaan dapat menjadi sumber masalah sosial,” tambahnya.
Dalam pandangan global, Rocky menyoroti rencana Prabowo untuk membawa Indonesia bergabung dengan aliansi ekonomi BRICS. Menurutnya, ini merupakan langkah yang strategis, namun memerlukan kehati-hatian yang tinggi agar Indonesia tidak terjebak menjadi alat bagi kekuatan besar seperti Tiongkok. Tulis (Mo)