Diketahui Muhammad Arifin dan keluarga merupakan warga Kelurahan Tambusai Tengah Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
Aksi nekat gantung diri Muhammad Arifin berawal pada Ahad (07/11) sekira pukul 17.30 WIB sore, dimana Muhammad Arifin mendatangi ibunya yang ada di depan rumah, sambil merengek meminta uang sebesar Rp 5 Juta untuk membeli Handphone.
“Namun pada saat itu ibunya tidak memberikan uang tersebut karena baru satu minggu lalu diberikan uang untuk membeli handphone, namun handphone tersebut sudah dijual kembali oleh anaknya,” Jelas Paur Humas Polres Rohul, Mardiono kepada awak media, Senin (08/11).
Dikarenakan ibunya tidak memberikan uang tersebut, Muhammad Arifin pun berlalu sambil mengatakan “Jangan Nanti Mamak Nyesal ya”.
Arifin pun kembali ke dalam kamarnya, sedangkan ibunya pergi ke sebelah rumah untuk sekedar bercerita dengan tetangga.
Tepat menjelang Magrib, Orang tua Arifin pulang ke rumah guna menunaikan Shalat Magrib, namun kakak Arifin yang hendak ke Kamar mandi untuk mengambil wudhu mendadak kaget melihat adiknya sudah tergantung di depan pintu kamar.
Seketika kakak Arifin berteriak dan memanggil orang tuanya serta tetangga untuk menolong menurunkan adiknya.
“Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Tambusai bersama tenaga Medis Puskesmas Tambusai I segera menuju lokasi untuk olah TKP dan melakukan visum luar terhadap Muhammad Arifin,” Tambah Paur Mardiono lagi.
Dalam kejadian ini, pihak keluarga menolak untuk dilakukan Autopsi terhadap anaknya, sehingga jenazah Muhammad Arifin hanya dilakukan Visum etrepertum ( Visum luar).
“Diduga Korban merasa kesal kepada orang tuanya dikarenakan tidak diberi uang oleh orang tuanya untuk membeli handphone,” Pungkas Paur Mardiono.