Wabup Rohul Pimpin Apel Kesiapan Tanggap Darurat Cuaca Ekstrem

PASIRPENGARAIAN – Bersama dengan Kapolres Rokan Hulu, AKBP Emil Eka Putra, S.I.K.,M.Si dan Pabung Kodim 0313/KPR Mayor (Inf) Andre Suardi, S.Sos, Forkopimda di Lingkungan Rokan Hulu laksanakan Apel Kesiapan Tanggap Darurat Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025.
Kegiatan yang dipimpin secara langsung oleh Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M sebagai inspektur upacara itu dilaksanakan sebagai upaya antisipasi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem dan fenomena hidrometeorologi di Negeri Seribu Suluk.
Dalam kata sambutannya, Wakil Bupati Rokan Hulu membacakan amanat tertulis Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh elemen bangsa dalam menghadapi potensi bencana alam.
“Kegiatan apel kesiapan ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam pencegahan serta penanggulangan bencana alam. Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi demi keselamatan masyarakat,” sebut Wakil Bupati Rohul, H Syafaruddin Poti.
Selanjutnya, berdasarkan data BNPB hingga 19 Oktober 2025, tercatat 2.606 kejadian bencana di Indonesia, yang terdiri dari 1.289 banjir, 544 cuaca ekstrem, 511 kebakaran hutan dan lahan, 189 tanah longsor, 22 gempa bumi, dan 4 erupsi gunung berapi.
“Dampak bencana alam tersebut, tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerugian ekonomi, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis serta mengganggu keberlangsungan kehidupan sosial masyarakat. Untuk itu, dibutuhkan langkah strategis yang komprehensif, responsif, dan berkesinambungan, dalam rangka mencegah serta menanggulangi berbagai potensi bencana tersebut,” tambahnya.
Dari data BMKG juga, memprediksi bahwa puncak musim hujan akan berlangsung dari November 2025 hingga Januari 2026, serta potensi fenomena La Nina yang dapat meningkatkan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia.
“Melalui sinergitas dan kolaborasi yang  terintegrasi, tentunya kita akan mampu memaksimalkan upaya mitigasi terhadap dampak bencana, sehingga dapat menurunkan tingkat kerentanan masyarakat terhadap berbagai risiko baik berupa korban jiwa, harta benda serta kerusakan fasilitas umum yang dapat menghambat stabilitas perekonomian serta pembangunan nasional,” sebutnya.
Pasca Apel Kesiapan Tanggap Darurat, juga dilakukan pengecekan kendaraan dan alat pendukung penanggulangan bencana, antara lain kendaraan dinas dari Polri, BPBD, Dinsos, dan Damkar, serta peralatan seperti kano, mini striker, sprayer, APD, SCBA, dan perlengkapan evakuasi lainnya, (GALERI).