Beasiswa CSR PT SJIC Resmi Cair, Tokoh Masyarakat Dorong Perseroan Lain Turut Berkontribusi Bagi Pendidikan di Rokan Hulu

KEPENUHAN – Program beasiswa yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Sumber Jaya Indahnusa Coy (PT SJIC) akhirnya resmi cair dan diterima oleh mahasiswa penerima manfaat pada Selasa, 23 Juni 2026. Pencairan perdana ini menjadi kabar gembira bagi mahasiswa dari empat desa mitra perusahaan yang selama ini menantikan realisasi program tersebut.
Realisasi pencairan beasiswa ini merupakan buah dari proses panjang yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, pemerintah daerah, hingga pihak perusahaan. Program yang sebelumnya sempat mengalami berbagai dinamika akhirnya dapat diwujudkan dan memberikan manfaat langsung kepada para mahasiswa.
Dr. (c) Wahyu Kurniawan, S.H., M.H., yang turut mengawal perjuangan beasiswa tersebut sejak awal, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya pencairan perdana dana beasiswa CSR PT SJIC.
“Alhamdulillah, beasiswa CSR PT SJIC akhirnya resmi cair dan dapat diterima oleh mahasiswa penerima manfaat. Ini merupakan langkah yang sangat baik dan patut kita syukuri bersama. Harapan kita tentu program ini dapat berjalan secara konsisten, lancar, dan berkelanjutan setiap bulannya sesuai dengan komitmen yang telah dibangun bersama,” ujar Wahyu.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu turut menyampaikan apresiasi kepada Bupati Rokan Hulu, Anton, S.T., M.M., Camat Kepenuhan, Gustia Hendri, S.Sos., M.Si., pemerintah desa dari empat desa mitra, pihak perusahaan, serta seluruh mahasiswa yang telah mengawal proses perjuangan beasiswa hingga terealisasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan mengawal proses ini hingga terealisasi. Sinergi yang baik antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, mahasiswa, dan pihak perusahaan menjadi salah satu faktor penting sehingga program beasiswa ini akhirnya dapat dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wahyu menegaskan bahwa dana CSR yang dimiliki perusahaan sejatinya dapat menjadi instrumen strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan.
“Apa yang dilakukan PT SJIC hari ini menunjukkan bahwa dana CSR bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen nyata untuk membangun kualitas sumber daya manusia daerah. CSR juga merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang telah diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan. Karena itu, kami berharap perseroan-perseroan lain yang beroperasi di Kecamatan Kepenuhan maupun Kabupaten Rokan Hulu dapat turut memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui program-program pendidikan,” tegas Wahyu.
Menurutnya, potensi dukungan dunia usaha terhadap pendidikan di Kabupaten Rokan Hulu masih sangat besar. Kecamatan Kepenuhan saja memiliki sekitar 10 perusahaan yang beroperasi. Jika masing-masing perusahaan memiliki komitmen untuk turut berkontribusi melalui program CSR pendidikan, tentu manfaatnya akan sangat besar bagi generasi muda daerah. Apalagi di tingkat Kabupaten Rokan Hulu terdapat ratusan perusahaan yang beroperasi dari berbagai sektor usaha. Ini merupakan potensi besar yang perlu disinergikan untuk mendukung kemajuan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.
“Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perusahaan, masyarakat, dan mahasiswa agar semakin banyak peluang pendidikan yang dapat diakses oleh generasi muda. Beasiswa dari dana CSR merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata yang dapat diberikan perusahaan untuk mendukung kemajuan pendidikan di daerah,” lanjutnya.
Sementara itu, Rizki Al-Ayyubi, S.H., yang juga turut mengawal proses perjuangan beasiswa tersebut, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi hingga program ini dapat terealisasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pihak perusahaan, serta seluruh mahasiswa yang selama ini tetap konsisten mengawal perjuangan beasiswa ini. Semoga program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa penerima di masa mendatang,” ujar Rizki.
Di akhir keterangannya, Wahyu dan Rizki berharap pencairan perdana beasiswa CSR PT SJIC tidak hanya menjadi keberhasilan bagi mahasiswa penerima manfaat, tetapi juga menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan lainnya untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
“Mudah-mudahan apa yang telah dimulai oleh PT SJIC dapat menjadi contoh positif bagi perseroan lainnya. Ketika dunia usaha, pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan mahasiswa dapat berjalan bersama, maka cita-cita menghadirkan pendidikan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa akan semakin mudah terwujud,” pungkas mereka.