Beberapa Pengurus PGRI Dibekukan, Dudung dan Adolf Dipercaya Sebagai Ketua dan Sekretaris Caretaker PGRI Riau

PEKANBARU – Tiga Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi dan Lima pengurus PGRI Kabupaten/ Kota se Indonesia dibekukan atau dicabut Pengurus Besar (PB PGRI) Pusat.
Adapun 3 Pengurus PGRI Provinsi tersebut yakni Jawa Timur, Riau dan Sumatera Utara serta 5  Pengurus PGRI Kabupaten/Kota, yakni Kota Tebing Tinggi Provinsi Sumatera Utara, Kota Probolinggo, Kabupaten Banyuwangi Kabupaten Sumenep, dan Kabupaten Pamekasan Provinsi Jawa Timur.
Pembekuan atau pencabutan terhadap SK Kepengurusan tiga PGRI Provinsi dan lima Kabupaten/Kota tersebut telah tertuang dalam Surat Keputusan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia dengan Nomor : 108/Kep/PB/XXII/2023 Tentang Pembekuan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia yang terlampir pada masa bakti XXII Tahun 2019-2024.
Di dalam SK dijelaskan, adapun pembekuan pengurus tiga PGRI Provinsi dan Lima PGRI Kabupaten/Kota tersebut dikarenakan adanya pelanggaran AD/ART PGRI, Peraturan organisasi dari masing-masing pengurus.
Persoalan yang terjadi disebabkan karena beberapa daerah tersebut telah melakukan pelanggaran berat menginisiasi, merencanakan, mengajak, dan terus berupaya melaksanakan Kongres Luar Biasa tanpa dukungan dua pertiga dari pengurus provinsi.
Atas pembekuan beberapa pengurus PGRI tersebut, PB PGRI mengeluarkan surat tugas dan menetapkan caretaker PGRI di beberapa beberapa wilayah, salah satunya Riau. Dalam hal ini Dr. Dudung Abdul Qodir, M.Pd.  yang merupakan PB PGRI dan  Dr. Adolf Bastian, M.Pd yang merupakan Ketua PGRI Rokan Hulu ditetapkan sebagai Ketua dan Sekretaris.
Tidak hanya itu, Taslim, M.Pd yang merupakan Sekretaris PGRI Inhil, Drs. Pahmijan, M.Pd (Pengurus Lama PGRI Riau).H. Abdul Gafar, M.Pd (ketua PGRI Kota Pekanbaru) dan Drs. H. Arfan Usman, M.Pd (Ketua PGRI Siak) juga ditetapkan sebagai anggota.
Kepada awak media, Ketua Tim Caretaker Riau, Dudung mengaku tim yang telah dibentuk ini merupakan tim yang solid dan berkompeten di bidangnya masing-masing.
“Selambat-lambatnya kurang dari 6 bulan, kita akan menyelesaikan tugas utama membenahi tata kelola organisasi dan menyelamatkan aset serta konsilidasi internal dan eksternal. Semua kemajuan tahapan dan perkembangan akan dilaporkan ke PB PGRI,” Ucap Dudung.
Senada dengan itu, salah seorang putra terbaik Riau, Adolf Bastian Tambusai yang dipercaya sebagai sekretaris tim formatur mengaminkan apa yang disampai oleh ketua Dudung.
“Untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi yang terpenting semangat kebersamaan semua pengurus PGRI baik Provinsi maupun Kabupaten untuk kembali kejati diri organisasi PGRI yang didirikan 25 November 1945, sebagai organisasi profesi, organisasi perjuangan dan persatuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan juga kesejahteraannya, jadi jangan jadikan organisasi PGRI menjadi tempat bekerja atau tempat mencari penghasilan,” kata Adolf.
Mantan Rektor Universitas Pasir Pengaraian (UPP) yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pascasarjana Universitas Lancang Kuning itu juga mengaku optimis PGRI Riau akan lebih baik ke depan dan menjadikan peristiwa KLB sebuah pembelajaran bagi semua insan pengurus dan guru untuk menghormati dan menjalankan AD/ART serta mendukung pemimpin yang legal.
“Alhamdulillah kepercayaan yang diberikan merupakan tanggung jawab besar sehingga saya berkomitmen menyelesaikan persoalan yang terjadi pada tubuh organisasi PGRI Riau secara cepat dan tepat. Adapun langkah kongkrit kedepannya disegerakan konsilidasi organisasi dan menyiapkan tahapan pemilihan PLT ketua PGRI Riau atau bisa saja melakukan KLB atas usulan dari pemegang suara para pengurus PGRI kabupaten kota yang mendapat persetujuan dari PGRI kecamatan. Selanjutnya, perlu segera melakukan inventarisasi aset fisik dan non fisik agar tidak dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak berhak untuk kepentingan pribadi dan kelompok,” tambahnya panjang lebar.
Sementara itu, informasi yang didapat, dua belas pengurus PGRI kabupaten kota di Riau tetap setia mendukung kepemimpinan Ketum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. tokoh pendidikan Nasional, Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Tidak satupun dari ketua PGRI kabupaten kota Riau yang mendukung dan hadir di KLB Surabaya yang diprakarsai oleh Muhammad Syafi’i yang kepengurusannya telah dibekukan.