MALAYSIA — Fakultas Pendidikan dan Vokasi Universitas Lancang Kuning (Unilak) kembali menunjukkan komitmennya dalam internasionalisasi pendidikan melalui pelaksanaan program student mobility ke Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM). Program yang berlangsung selama satu bulan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif dan berfokus pada penguatan kompetensi teknologi otomotif mutakhir.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Unilak memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung mengenai teknologi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV), khususnya EV E-Mas Proton terbaru yang saat ini menjadi salah satu inovasi unggulan industri otomotif Malaysia. Tidak hanya pembelajaran teoritis, mahasiswa juga terlibat secara aktif dalam praktik langsung di berbagai makmal dan workshop otomotif milik Fakultas Teknologi Kejuruteraan (FTK) UTeM.
Program ini menjadi semakin bernilai karena mahasiswa Unilak mendapatkan kesempatan untuk berbagi keilmuan dan pengalaman otomotif bersama mahasiswa internasional yang berasal dari Rusia, Thailand, Brunei Darussalam, dan Indonesia. Interaksi lintas budaya dan keilmuan tersebut dinilai mampu memperluas wawasan global serta meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam forum akademik internasional.

Kedatangan rombongan Unilak dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Pendidikan dan Vokasi Unilak, Assoc. Prof. Herlinawati, M.Ed, yang disambut secara resmi oleh Dekan FTK UTeM, Assoc. Prof. Nadline, beserta jajaran pimpinan dan tim dosen FTK UTeM.
Dalam sambutannya, kedua belah pihak menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan program student mobility yang dinilai strategis dalam menjawab tantangan pendidikan vokasi di era industri dan transformasi teknologi.
Assoc. Prof. Herlinawati, M.Ed menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Pendidikan dan Vokasi Unilak dalam menyiapkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global, khususnya di bidang teknologi otomotif berbasis listrik.
“Student mobility ini tidak hanya memperkaya kompetensi mahasiswa, tetapi juga membuka ruang kolaborasi akademik dan riset internasional,” ujarnya.

Sementara itu, pihak FTK UTeM menilai program ini sebagai langkah awal yang sangat positif dalam memperkuat hubungan kelembagaan.
Kegiatan student mobility ini diharapkan menjadi tindak lanjut nyata kerja sama antara Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif Unilak dengan FTK UTeM Melaka, Malaysia, baik dalam bentuk pertukaran mahasiswa, dosen, penelitian bersama, maupun pengembangan kurikulum berbasis industri.















