Magister Ilmu Pertanian Unilak Jalankan Misi Pengabdian Internasional di Jepang

PEKANBARU – Program Magister Ilmu Pertanian (MIP) Universitas Lancang Kuning (Unilak) kembali menorehkan langkah strategis dalam memperkuat jejaring akademik di kancah global. Kemarin pagi (12 Oktober 2025), tim dosen dan mahasiswa resmi diberangkatkan ke Jepang dalam misi pengabdian internasional sekaligus tindak lanjut kerja sama dengan sejumlah kampus ternama di Negeri Sakura.
Rombongan terdiri dari Dr. Eng. H. Indra Purnama, M.Sc (Wakil Dekan III Sekolah Pascasarjana), Dr. Yuliana Susanti, SP., M.Si (Wakil Dekan I Sekolah Pascasarjana), Dr. Hermiza Mardesci, S.TP., MP (Ketua Unit Penjaminan Mutu SPs), serta dua mahasiswa MIP, Suraj Prakash Singh dan Nasruddin. Setiap anggota tim memiliki peran strategis dalam penguatan kolaborasi riset, penjaminan mutu, dan pembelajaran lintas negara, sekaligus membawa semangat inovasi ke ranah internasional.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bukti komitmen Sekolah Pascasarjana Unilak dalam memperluas kerja sama riset dan pengabdian lintas negara, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengetahuan di bidang pertanian berkelanjutan sesuai dengan visi Unilak sebagai universitas unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.

Dekan Sekolah Pascasarjana Unilak, Prof. Dr. Adolf Bastian, menegaskan momentum penting ini bagi penguatan internasionalisasi kampus.
“Kami sangat mendukung langkah Program Studi Magister Ilmu Pertanian dalam membawa semangat pengabdian dan kolaborasi akademik ke tingkat global. Kunjungan ini diharapkan menghasilkan kemitraan strategis yang nyata antara Unilak dan universitas-universitas terkemuka di Jepang,” ujar Prof. Adolf.
Dr. Eng. H. Indra Purnama, M.Sc, selaku Wakil Dekan III Sekolah Pascasarjana sekaligus ketua tim, menyampaikan kegiatan ini adalah implementasi konkret dari semangat internasionalisasi kampus.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Unilak tidak hanya siap bersaing secara nasional, tetapi juga memiliki kapasitas untuk bermitra dengan lembaga internasional dalam bidang riset dan pengabdian,” ungkap Dr. Indra.
“Kami berharap para dosen dan mahasiswa dapat membawa pulang pengetahuan praktis yang dapat disesuaikan dengan kondisi pertanian tropis di Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan dunia akademik,” tambahnya.

Selama di Jepang, tim akan mengunjungi universitas dan pusat riset pertanian terkemuka, mempresentasikan hasil riset unggulan MIP Unilak, serta menjajaki kerja sama di bidang pertanian tropis berkelanjutan, energi biomassa, dan teknologi pengolahan hasil pertanian.
Melalui keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa, kegiatan ini diharapkan memperkuat posisi Unilak sebagai mitra relevan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian internasional.
Dengan langkah ini, Sekolah Pascasarjana Unilak semakin mempertegas posisinya sebagai pionir pendidikan tinggi berorientasi global, siap berkontribusi untuk kemajuan akademik dan masyarakat secara luas.