Pasangan Suami Istri Guru di Siak Kompak Selesaikan Studi Magister Pedagogi Unilak Bersama

PASIRPENGARAIAN – Pasangan suami istri yang berprofesi sebagai tenaga pendidik di Kabupaten Siak, Indra Wahyudi, S.Pd.I, M.Pd dan Rini Basri, S.Pd, M.Pd, berhasil menyelesaikan studi pascasarjana secara bersamaan di Program Studi Magister Pedagogi, Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak). Prestasi akademik ini menjadi capaian tersendiri mengingat keduanya memiliki tanggung jawab profesional yang cukup padat di satuan pendidikan masing-masing.
Indra Wahyudi saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana serta Guru PAI di SMAN 1 Sungai Apit.

Sementara sang istri, Rini Basri, memegang amanah sebagai Kepala Sekolah di SMAN 1 Sabak Auh. Kesibukan memimpin sekolah dan mengajar tidak menyurutkan semangat keduanya untuk terus meningkatkan kualifikasi akademik.

“Motivasi kami menempuh pendidikan di waktu bersamaan adalah agar dapat saling memudahkan dalam berdiskusi, terutama saat mengerjakan tugas. Selain itu, pergi ke kampus bersama pasangan terasa lebih nyaman dan menyenangkan,” ujar Indra menceritakan alasan keputusan mereka studi bersama.

Pasangan ini mengaku memiliki minat yang sama terhadap pengembangan pendidikan. Pilihan jatuh pada Magister Pedagogi Unilak karena dinilai sangat relevan dengan peran mereka sebagai guru dan pimpinan sekolah, serta fleksibilitas sistem perkuliahan yang mendukung aktivitas profesional mereka.

Perjalanan meraih gelar Magister memiliki dinamika tersendiri. Tantangan terberat muncul ketika Rini Basri mengalami kecelakaan saat proses penyelesaian tesis. Kondisi ini menuntut manajemen waktu dan dukungan yang ekstra dari keduanya.

“Tantangan terberat adalah ketika tesis harus diselesaikan bersamaan dengan masa pengobatan istri. Kami sering harus menyelesaikan tugas hingga larut malam di tengah keterbatasan istri yang membutuhkan perawatan. Saya harus siaga mendampingi, bahkan mengantar istri ke sekolah untuk wawancara penelitian meski kondisinya belum pulih total,” jelas Indra.

Namun, situasi tersebut justru memperkuat kolaborasi akademik mereka. Saat Indra terkendala pengolahan data statistik dengan aplikasi SPSS, Rini hadir memberikan masukan. Sebaliknya, saat Rini memerlukan bantuan dalam teknis pengolahan data kualitatif, Indra turut membantu memeriksa.

“Semangat istri dalam kondisi sakit menjadi motivasi bagi saya. Kami saling melengkapi kompetensi masing-masing, sehingga tesis yang kami susun dapat selesai dengan optimal dan saling menguatkan,” tambahnya.

Dalam tesisnya, Indra Wahyudi mengangkat judul “Korelasi Kompetensi Sosial-Emosional dan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam pada Siswa SMAN 1 Sungai Apit”. Ia menyoroti urgensi aspek sosial-emosional siswa yang memiliki korelasi signifikan terhadap keberhasilan belajar, namun seringkali belum mendapatkan porsi perhatian yang cukup dalam perencanaan pembelajaran.

Sementara itu, Rini Basri melalui tesisnya berjudul “Studi Kasus tentang Penerapan Supervisi Klinis dan Pemanfaatan Platform Digital dalam Merancang Pembelajaran Mendalam di SMAN 1 Sabak Auh”, fokus pada evaluasi penerapan supervisi akademik agar lebih berdampak pada kualitas pembelajaran, serta optimalisasi penggunaan teknologi digital oleh guru.

Keberhasilan Indra Wahyudi dan Rini Basri dalam menyelesaikan studi magister ini menjadi bukti komitmen profesionalitas mereka dalam pengembangan kompetensi berkelanjutan.

Melalui penelitian yang relevan dengan kebutuhan sekolah, keduanya diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Riau, sekaligus menjadi motivasi bagi rekan sejawat untuk terus menempuh pendidikan formal di Sekolah Pascasarjana Unilak.