Tim Dosen Universitas Lancang Kuning Kembangkan Potensi Ibu Rumah Tangga Lewat Kerajinan Perca Kain Songket Melayu Riau

PEKANBARU – Tim dosen Universitas Lancang Kuning (Unilak) melaksanakan kegiatan Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Dikti tahun 2025 dengan fokus pada optimalisasi potensi ekonomi kreatif ibu rumah tangga melalui pemanfaatan limbah perca kain songket Melayu Riau menjadi produk kerajinan bernilai jual.

Kegiatan ini berlangsung di salah satu usaha kerajinan Emy Craft di Kota Pekanbaru dan melibatkan 19 ibu rumah tangga yang selama ini bergelut di bidang kerajinan kain tradisional. Melalui program ini, para dosen memberikan pelatihan mulai dari teknik pengolahan limbah perca, desain produk kreatif, manajemen usaha kecil, hingga strategi pemasaran digital.

Tim pengabdian diketuai oleh Dr. Herlinawati, M.Ed, dengan anggota Dr. Zamzami, M.Kom dan Efti Novita Sari, M.M beserta 2 orang mahasiswa. Ketua tim menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Unilak dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal.

“Perca kain songket Melayu seringkali terbuang sia-sia. Padahal jika diolah dengan sentuhan kreatif, potongan kain ini dapat menjadi produk unik seperti tas, dompet, tutup gelas, kotak souvenir dan hantaran, keranjang air mineral dan buah berbagai hingga hiasan rumah. Ini bisa membuka peluang ekonomi baru bagi para ibu rumah tangga,” ujar Dr. Herlinawati saat ditemui di lokasi kegiatan.

Selain memberikan pelatihan teknis tentang diversitas produk kerajinan, tim dosen juga mendampingi peserta dalam proses branding produk dan pemasaran secara daring melalui media sosial serta platform e-commerce lokal.

Pada saat kegiatan juga dilaksanakan penyerahan alat berupa mesin jahit digital, mesin potong kain, dan mesin obras untuk mempermudah kelompok usaha ibu rumah tangga Emy Craft dalam produksinya. Pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk kerajinan khas Riau di pasar nasional.

Ketua Usaha Kerajinan Emy Craft, Ibu Najmiyati, S.Pd dan salah satu peserta pelatihan, Dewi, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut.

“Selama ini kami hanya menjahit songket untuk pakaian. Setelah ikut pelatihan ini, kami tahu kalau sisa kain bisa dibuat jadi kerajinan yang cantik dan laku dijual. Kami jadi lebih semangat untuk berkreasi,” ujarnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan yang didanai oleh Hibah Kementrian Pendidikan Tinggi dan Saintek yang bertujuan mendorong dosen dan mahasiswa untuk berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dan ekonomi kreatif.

Dengan adanya kegiatan ini, tim dosen Universitas Lancang Kuning berharap dapat menginspirasi masyarakat Riau untuk mencintai sekaligus mengembangkan warisan budaya Melayu Riau melalui inovasi dan kreativitas yang berkelanjutan.
Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025.