PEKANBARU – Dalam rangka mengikuti modernisasi dunia pendidikan yang semakin maju dan berkembang, Pasca Sarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru melakukan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (03/01) di Aula Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru, Riau.
Penandatanganan MoA dilakukan oleh Direktur Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D dan Prof. Dr. Syafrani, M.Sc. dari Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru.
Disaksikan langsung oleh Rektor UNILAK Dr. Junaidi, M.Hum serta Kepala kantor Internasional dan Kerjasama Universitas Lancang Kuning (KUIK-UNILAK), Dr Adolf Bastian, M.Pd, kegiatan penandatanganan MoA terlihat khidmat dan begitu sakral.
Pasca mengikuti acara, Kepala kantor Internasional dan Kerjasama Universitas Lancang Kuning (KUIK-UNILAK), Dr Adolf Bastian, M.Pd mengaku bahwa kegiatan MoA antara dua Universitas besar tersebut merupakan langkah Unilak sebagai Universitas kebanggaan masyarakat Riau untuk memberi kesempatan kepada siapapun yang ingin mendapatkan gelar Magister (S2) dan Doktor (S3).
“Seperti yang kita ketahui bahwa ada wacana Tahun 2025 mendatang, setiap dosen wajib bergelar Doktor, oleh karena itu, Unilak merespon cepat isu tersebut dan segera melakukan kerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta, salah satunya UMM,” Jelas Adolf.
Pria yang akrab disapa Adolf itu juga menerangkan, terdapat dua bidang program Doktor yang dibuka di Universitas Lancang Kuning bekerjasama dengan UMM, yakni Ilmu Pendidikan dan Pertanian.
“Hal ini tentunya juga dalam rangka memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” Tambah Adolf.
Selain dari Program Doktor lanjut Adolf, kerjasama antara UNILAK dan UMM juga memberi kesempatan kepada seluruh Sarjana untuk mendapatkan gelar Magister (S2) dengan Program Studi, Pendidikan Bahasa Inggris, pendidikan Biologi dan Pedagogi.













