PEKANBARU – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan dengan mengalokasikan kenaikan anggaran sebesar 25 persen untuk sektor ini. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.
Dalam wawancara eksklusif bersama Dekan Fakultas Pendidikan dan Vokasi Universitas Lancang Kuning, Dr. Herlinawati, M.Ed., menyampaikan apresiasinya terhadap langkah yang diambil oleh pemerintah tersebut.
“Langkah Presiden Prabowo untuk meningkatkan anggaran pendidikan sebesar 25 persen sangat tepat dan patut diapresiasi. Ini akan menjadi momentum penting bagi perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia,” ujar Dr. Herlinawati di ruang kerjanya.
Menurutnya, peningkatan anggaran ini akan membuka peluang bagi pelaksanaan berbagai program strategis yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, mulai dari pelatihan guru, kurikulum yang lebih baik, hingga fasilitas pendidikan yang memadai.
Lebih lanjut, Dr. Herlinawati menyebutkan bahwa pemecahan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek) menjadi tiga entitas terpisah merupakan langkah yang bijak.
“Pemecahan ini memungkinkan fokus yang lebih terarah sesuai jenjang pendidikan. Untuk pendidikan tinggi, langkah ini memberikan ruang bagi perguruan tinggi untuk berinovasi dan berkompetisi secara global. Kami dapat lebih menitikberatkan pada kualitas pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat untuk menciptakan lulusan yang mampu bersaing di kancah internasional,” paparnya.
Selain itu, Dr. Herlinawati juga memuji inisiatif pemerintah dalam memberikan beasiswa kepada masyarakat kurang mampu. Program ini diyakini akan membantu banyak anak muda meraih pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya, memperkuat fondasi bangsa yang kompeten di masa depan.
“Kebijakan ini menunjukkan perhatian pemerintah pada kesetaraan akses pendidikan, dan kami di Universitas Lancang Kuning siap mendukung,” tambahnya.
Dr. Herlinawati berharap agar anggaran 25 persen yang dialokasikan ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan sarana dan prasarana, terutama bagi universitas penyelenggara LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan).
“Dengan adanya peningkatan fasilitas melalui program hibah atau lainnya, calon guru yang dilahirkan akan lebih berkualitas dan siap bersaing di tingkat global,” tuturnya.
Menutup wawancaranya, Dr. Herlinawati menjelaskan bahwa Universitas Lancang Kuning telah bertransformasi menjadi Fakultas Pendidikan dan Vokasi, dengan fokus pada hubungan erat antara industri dan perguruan tinggi.
“Kami terus mengembangkan program yang berorientasi pada link and match agar lulusan kami tidak hanya berkompeten, tetapi juga siap bersaing di tingkat nasional dan internasional,” pungkasnya.